Tampilkan postingan dengan label Artikel Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sebuah Oase  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Suatu sore sepulang sekolah saya masih menyempatkan diri bercengkrama dengan teman-teman di depan kelas. Obrolan ringan dan tawa kecil sedikit merefresh otak setelah sejak tadi pagi terkuras memikirkan satu per satu materi pelajaran di sekolah. Suasana sekolah yang mulai sepi dan udara yang sejuk membawa kami terlena dalam obrolan itu. Sesaat saya terpaku oleh sekelompok anak di depan ruang perpustakaan. Terlihat mereka dengan asyiknya mendesain sebuah mading. Padahal waktu itu sudah jam pulang sekolah. Waktu yang sebetulnya mereka bisa menikmati kebebasan bermain dengan teman sebayanya, atau menikmati waktu sore untuk duduk bercengkrama dengan keluarga. Tetapi barangkali karena tugas, mereka lebih memanfaatkan waktu itu untuk mengerjakan tanggung jawab mereka. Sementara anak-anak lain sebayanya asyik menikmati kebebasan bermain di luar sana, sekelompok anak ini dengan semangat mewujudkan sebuah impian, yaitu memajang mading untuk pembaca.

Saya masih menjumpai ketekunan yang terpancar dari wajah sekelompok anak itu untuk menciptakan sebuah produk seni. Waktu itu saya beruntung, akhirnya saya melihat langsung sekelompok anak yang mengorbankan waktunya demi sebuah kegiatan positif bagi lingkungan sekitarnya. Sekejap ide-ide kreatif di benak saya muncul ketika melihat mereka beraktifitas. Serupa oase yang muncul di padang pasir, menyejukkan. Mengapa? Sebentar saja mengamati mereka, saya menemukan banyak hal positif. Mulai dari ketekunan, kerjasama, kreativitas, dan kesederhanaan terpancar dari setiap detil mading yang mereka buat. Sampai-sampai saya tak menjumpai rasa lelah dalam raut wajah mereka.

Diselingi canda dan keusilan khas remaja membuat saya tersadar bahwa sekalipun mereka berasal dari kelas dan tingkatan yang berbeda, tak nampak adanya pembeda di antara mereka. Karena mereka lebur menjadi satu demi sebuah kepentingan. Bahkan saya bisa menyimpulkan bahwa dibalik kebersamaan mereka, muncul puluhan bahkan ribuan energi kreatif yang unik dan menarik. Misalnya, untuk mempercantik sebuah mading mereka menggunakan beberapa bahan daur ulang yang jarang terpikirkan oleh kita. Perdebatan seringkali muncul disela kegiatan membuat mading, itulah menariknya sebuah karya seni. Banyak argumen dan ide menarik muncul. Bukankah itu membutuhkan tingkat kecerdasan yang tinggi untuk menghasilkan produk seni yang orisinil?

Mungkin sesuap roti pun tak akan cukup mengalihkan perhatian mereka dari mempercantik produk seni itu. Kalau sudah merasa dapat menikmati suatu aktifitas biasanya kita sering melupakan makan. Yang menjadi orientasi dan prioritas saat itu hanyalah pekerjaan segera tuntas dengan hasil yang memuaskan. Sayangnya, dalam hal ini tak hanya bakat yang dibutuhkan. Namun juga pengorbanan dan tanggung jawab yang tinggi untuk menghasilkan sebuah produk seni. Yah, itu yang disebut profesionalisme kerja.

Tak lelah saya memperhatikan setiap gerak sekelompok anak itu. Mengerjakannya dengan profesional diimbangi dengan passion yang mereka miliki, saya yakin akan mempercantik mading itu. Kerjasama, kekompakan, kesederhanaan, kreatifitas, dan semangat dalam melakukan suatu pekerjaan mungkin sudah jarang kita temui di negeri ini. Bahkan sekarang ini lebih sering kita jumpai beberapa persoalan dan pekerjaan yang tak tuntas karena kepentingan-kepentingan pribadi. Alangkah baiknya jika kita mengaca pada sekelompok anak itu bahwa kerjasama, kekompakan, kesederhanaan, kreatifitas, dan semangat akan memberikan sebuah hasil yang maksimal bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Serupa oase di sebuah padang pasir.


Galau vs Passion  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Bisa dibilang ini adalah masa galau dan fase tersulit seorang anak SMA menuju masa depan (Haha puitis banget). Tentang sebuah pilihan mau kuliah, kerja, atau mungkin mau nikah. hehe. Yah, dihadapkan pada suatu kondisi dan pilihan tentang masa depan yang bisa dibilang sih menjadi penentu langkah selanjutnya. Ada seorang temen yang berkali-kali tanya "gimana sih enaknya mau kuliah dimana ya? mau ngambil jurusan apa? bingung nih." nah, yang kuliah dia malah nanya balik ke aku. haha. Well, itu wajar! Jangan kaget kalau lagi musim UNAS gini semua anak SMA pada tegang, bingung, dan ngabisin duit jajan buat ngenet (baca: search Perguruan Tinggi, SNMPTN). Bisa aku pastiin kegalauan hampir menjadi bagian dari para siswa SMA di seluruh Indonesia. Mulai dari pemilihan jurusan, sampai ke tahap yang paling galau dari semua kegalauan di zaman SMA:

Mau masuk ke mana, dan ambil jurusan apa pas kuliah nanti?

Melalui tulisan ini, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai fenomena kegalauan ini dari sudut pandang seorang calon MABA (Mahasiswa Baru). Semoga dengan tulisan ini aku, kamu, dan siapapun yang lagi galau gak akan mengalami depresi karena salah jurusan. Well, its the time to share my opinion for you:

1. Paradigma dan Masa Depan
Coba deh kita perhatiin, banyak orang tua kita yang bilang "kamu pantesnya kuliah di Kedokteran. Tuh liat prospeknya bagus. Gajinya Gede." atau mungkin "gak pantes kamu ambil jurusan itu. mau jadi apa kamu nanti?" dan bla bla bla dengan segudang alasan. Mungkin orang tua kita pernah bicara seperti itu. Niatnya sih mau ngasih pilihan yang tepat buat kita nantinya. Selama ini pemilihan jurusan selalu dikaitkan dengan prospek masa depan. Entah itu karena gaji, kualitas kehidupan, dan kemudahan lapangan kerja. Parameter seperti itulah yang selalu dikaitkan dengan pemilihan jurusan. Nah, mulai bingung deh kalau masih terikat dengan paradigma yang kayak gitu. Gak bakalah ada yang benar di mata kita kalau kita selalu menjadikan hal tersebut sebagai parameter kualitas kehidupan kita. Percaya deh, sekalipun pilihan kamu di anggap rendah dan buruk, pasti ada jalan yang lebih baik nantinya.

2. Penyakit Khas Indonesia
Gengsi, sebuah kebodohan yang menurut saya mengakar dengan sangat kuat di kehidupan masyarakat Indonesia. Gengsi ini begitu mengakarnya, sehingga terkadang passing grade suatu jurusan pun sering menjadi dinding yang secara tak langsung memisahkan kehidupan sosial antar mahasiswa. Terkadang seseorang akan dianggap hebat, dan dipandang sebagai golongan elit apabila dia sanggup masuk ke jurusan yang standar passing grade-nya tinggi. Sehingga adalah hal yang bisa dimaklumi jika para remaja yang memang sedang berada di fase pencarian identitas, dan pengakuan, akan tergiur untuk masuk ke dalam golongan “elit” ini.

3. Passion Is the Real Dream
Banyak orang sudah cukup puas dengan gaji yang tinggi, rumah, mobil, dan semua yang mereka inginkan terwujud. Tapi ada juga yang berpikir "kok selama ini aku menghabiskan waktu dengan sesuatu yang membosankan ya. Cuma itu-itu aja.". Nah passion is the real dream, dimana kamu bisa menggunakan passion kamu untuk sebuah jalan untuk meraih mimpi kamu. Ada yang mau jadi penulis, penyanyi, desainer, dan apapun itu yang kamu inginkan. Semuanya sih sah-sah aja, selama itu bisa buat kamu nyaman dan gak ngerugiin orang lain. Oke sekarang kamu harus tahu dan kejar passion kamu demi masa depan.

Nah, apa sih passion itu?

"Sesuatu adalah passion kita, jika ketika kita mengerjakan hal tersebut, maka waktu akan berlalu dengan cepat. Badan dan pikiran kita pun akan rileks dan enjoy mengerjakannya, entah itu 5 menit, sejam, 5 jam, ataupun seharian, tidak akan ada bedanya. Pada kenyataannya, terkadang kita sama sekali tidak merasa perlu untuk beristirahat, bahkan ketika mengerjakan sesuatu yang pada umumnya orang anggap sebagai sesuatu yang teramat melelahkan."

Terdengar seperti kisah dongeng kah? Ya, memang saya akui ini terdengar berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita senangi, maka semua waktu akan berjalan tanpa terasa. Pernahkah kita merasakan seakan-akan kita terbenam ke dalam suatu hal sampai lupa waktu? Seperti itulah kira-kira rasanya menjalankan passion kita. Dan passion inilah sebuah hal yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah masterpiece di dalam hidup kita.

4. Time = Masa Depan
Gak ada lagi yang namanya santai. Betapa waktu sangat berharga untuk menentukan kualitas diri kita. Siapa yang menghargai waktu, dialah yang menghargai masa depannya. Kamu boleh mimpi setinggi langit, gak ada yang nglarang. Tapi inget, semua itu gak akan terwujud kalau kamu gak pernah menghargai setiap detik waktu yang ada untuk mempersiapkan masa depan kamu. Sama halnya dengan pemilihan jurusan, setiap saat kamu harus siap dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan kamu butuhkan nanti pas Kuliah. Why? Prepare for future is the importent thing. Kesimpulannya, persiapkan diri kamu, mimpi kamu, dan apapun yang akan kamu pilih mulai dari sekarang. satu-satunya waktu yang bisa berubah hanya masa lalu. Masa depan belum terbentuk, hari ini yang membentuk kamu sukses di masa depan nanti. Waktu yang akan membuktikan dengan segala caranya.

5. The "X" Factor
Last but not Least. The X factor yang dimaksud bukan acara yang lagi hits di Tv itu tuh. X Factor adalah faktor yang paling menentukan apakah kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Faktor X ini biasa orang sebut 'LUCK' yap keberuntungan. Tapi menurut saya itu lebih dari apa yang namanya keberuntungan. Keberuntungan bisa aja datang sekali, dua kali. Tapi, Faktor X yang saya maksud adalah 'DOA'. Jadi keberuntungan akan datang dan berpihak pada siapapun yang berdoa. Mustahil jika kita menginginkan sesuatu yang besar tapi hanya dengan usaha yang kecil. Percaya, Tak ada hal luar biasa yang dicapai dengan cara Biasa. Dan cara luar biasa itu adalah Doa dan Usaha.

Finnaly, Kejarlah apa yang menjadi passion kamu. Lupakan saja gaji dan gengsi. Karena mengejar passion akan membuat kamu lebih mudah mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan kamu gak akan pernah menyesal ketika kamu menjalankan dan mengejar passion kamu. Karena itu jati dirimu. Gunakan waktu sebaik-baiknya demi masa depan kamu. Waktu kamu sudah tiba untuk membuka mata meraih mimpi. Percaya deh, setiap apa yang kita impikan dan inginkan pasti akan terwujud. Tuhan gak akan tidur kok untuk selalu mendengar doa hamba-hambanya. Mungkin kita butuh waktu yang panjang untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, tapi suatu saat akan ada masa dimana kita akan tersenyum dan memandang kebelakang sambil bilang:

"Untung dulu saya mengejar apa yang menjadi Passion saya"

Ps: Jangan buat komitmen yang salah yang kemudian akan kamu sesali sepanjang usia.

Bangku Bangku yang Mulai Pudar- Sebuah Refleksi Diri  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Kehidupan tanpa pendidikan memang tak akan membenih indah namun jika pendidikan pun sudah diatas tanduk runcing tertiup angin pula, apa yang insan bisa lakukan. Tak banyak khalayak tau strategi kecil yang dimainkan dibalik layar, ada kalanya pula semua itu disembunyikan. Namun apa yang ada dibenak semua umat yang mempunyai mata hati yang mengenang seorang pahlawan dimata mereka adalah sosok yang benar-benar berjasa dan pelipur laranya jikalau pahlawan itu ternyata menggunting dibalik lipatan yang tak seharusnya mereka lakukan. Apalagi pahlawan dengan lebel tanpa tanda jasa, siapa sih yang tak mengerti ungkapan ini. Mungkin semua plosok dan sudut-sudut pun tak asing tentang ini semua.



Udara sudah terbiasa berhembus dari tekanan yang tinggi ke rendah bahkan air laut sudah terbiasa menguap saat matahari benar-benar memberikan panasnya sinar. Semua hal di bumi ini sudah biasa terjadi namun apa yang ada jika yang tak biasa terjadi kini sudah menjadi darah dan mendaging di tubuh para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tak perlu munafik dan tak perlu bungkam untuk sembunyikan hal yang dianggap tak layak dilakukan. Hukum pun tidak akan ada jika tak terjadi penyimpangan, apakah yang engkau maksud ini, pahlawan tanpa tanda jasa mengatas namakan jasanya diatas segalanya.



Dan saat siang terik sudah diatas kepala ternyata tak jarang engkau rasakan udara yang berhembus atasnya. Disini kami panas, disini kami menggigil kering hampir pecah sudah bibir kami. Bahkan kami tak pernah tau arti sebuah nilai yang selama ini engkau berikan pada kami, bagi kami nilai hanya segelintir buih-buih yang berceceran di benak kami dan akan hilang pada saat yang cepat. Tanpa kita sadari kami tak pernah mengenal nilai, kami sering abaikan akhlak demi nilai yang kami inginkan dari lihaian tanganmu. Mungkin lipatan-lipatan dan lembaran-lembaran kertas nilai berarti bagai kami, sampai kami tak mengenal akhlak. Apakah arti keberadaan kami jika pahlawan panutan kami tak mengenalkan kami akhlak, ingin sekali kami mengenal akhlak dengan niat kami namun, tak sanggup kami menggapainya. Sudah lama kami ingin mengenalnya namun harga nilai-nilai yang selalu engkau hadirkan dibenak kami membuat kami semakin terpaku atas nilai, kami semakin melupakan akhlak dan mengejar nilai yang sebenarnya hal itu hanya kesemuan belaka. Semu yang tak berarti dan akan hangus di sela-sela helak nafas jika kami sudah tak duduk di bangku-bangku itu.

SEKOLAH IMPIAN  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Haii Haii pagii readers... gimana kabar kamu di pagi yang cerah ini? semangaaat kan?? ayo awali pagimu dengan senyuman... SMILEEEEEE :-)

Emh, oke gue akan sedikit berbagi tentang impian gue. Pagi ini gue udah nyampe sekolahan. Kira-kira tadi nyampe jam 6an lah. Uuukh menyebalkan. Sekolah masih sepiii banget. Di kelas juga gak ada orang. Terus perut gue keroncongan, laper banget eh pas ke kantin makanan belum ada. Aseeeem banget dah. (Gue kan rajin, jadi selalu berangkat oagi dan gak pernah telat, rajin menabung, dan tidak sombong. Eh tapi jangan dikira gue ikut nyapu sekolah sama pak bon. hahaha)

Walaupun kondisinya saat ini seperti itu. Tapi gue juga seneng. Gue bisa menguasai kelas pagi-pagi dan ngeblog. hahaha. Well, kali ini gue punya impian. Mungkin agak aneh tapi realistis. hahaha. GUE PUNYA SEKOLAH IMPIAN. Impian itu adalah cita-cita. haha.

Gue pengen banget di Indonesia ini ada sekolah yang super duper perfect. Gue pengen sekolah di Indonesia itu gak monoton gitu-gitu aja. Perpustakaan digital sih oke, Ruang ICT oke juga, Sekolah ber-AC siip juga tuh dan semua itu udah ada. Tapi kenapa ya belum banyak sekolah yang punya sistem pembelajan terbuka dan menyatu dengan alam. Maksudnya nih gini, sekolah itu bukan cuma buat cari ilmu aja, tapi di sekolah di ajari juga pendidikan moral, pendidikan sosial di masyarakat, dan juga pendidikan tentang lingkungan. Nah, biasanya lebih banyak teori daripada praktek. Coba deh sekali-kali ajarin kita para pelajar ini untuk mengenal lingkungan kita, gak cuma tahu teorinya aja.

Asyiknya sekolah bisa bebas, lepas dari semua beban, sekolah yang enjoy, sekolah yang mengajarkan kita arti kehidupan, tentanf ilmu, tentang lingkungan, dan tentang semua yang ada di Indonesia. Sekolah alam sih udah ada, tapi kurang gimanaaa gitu.
Yang paling asik sih sekolah itu bisa nglakuin apa aja yang kita mau, bisa ngungkapin pendapat kita. Bagi gue, sekolah itu adalah semua bentuk pelampiasan kreativitas kita dengan keilmuan.

KENAPA SIH SEKARANG SEKOLAH TUH UDAH "BERUBAH" FUNGSI. Mulai dari dibuat ajang gensi. Sampai parahnya dibuat "cari uang". ups, soriii yah..

Okelah, itu dulu. Masa depan masih berlanjut. Yuk mari bangun SEKOLAH IMPIAN yang benar-benar INDONESIA.

Kenapa sih sekarang sekolajh udah "berubah" fungsi. Mulai dari buat ajang gengsi. Buat "korupsi" dan lebih parahnya lagi, kebanyakan sekolah sekarang ini di

Tantangan Itu Datang Lagi  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hari ini rasanya cepet banget yah. Kenapa ya kalau lagi weekend waktu cepat berlalu. Ah, terlalu menyebalkan.

Kebiasaan gue datang lagi. Gue males, gak fokus, dan tugas berantakan. Gara-garanya gue udah beberapa hari ini gak buat mind map (peta pikiran). Gue sering buat mind map biar apa aja yang gue lakuin terperinci dan jelas. Jadinya gue bisa fokus dan tau apa aja yang harus gue kerjain.

Selama ini cuma itu tantangan gue. Ngatur waktu dan fokus pada tugas-tugas gue. Cuma itu. Dan ini atu-satunya jalan gue untuk menaklukan tantangan itu. Gue buat Mind map. Ini dia Contohnya:



Ini ada juga contoh lagi



satu lagi yah:

Management Time  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hai readers. Gimana nih sambut hari esok? Harus semangat donk pastinya.

Emh, malam minggu kemaren gue tepar di kamar gak bisa bangun (capek maksudnya!). Gue rada sibuk akhir-akhir ini. Ah tugas menumpuk, majalah udah mau terbit, liputan kesana kemari, temen-temen banyak yang minta pesenan ini itu lah. Ahh, dan hingga akhirnya gue tepar di kamar. Jadi deh malam minggu kelabu yang mengharuskan gue untuk tetap stay di temoat tidur dan istirahat. Dari siang pulang sekolah sampai kira-kira jam 8 malem gue tidur. Habis itu bangun dan tetep deh dengan kebiasaan gue. Ngerjain tugas dan novel tengah malem. Gue suka bangun tengah malem buat ngerjain apapun itu. Karena di kesunyian malam ide-ide bermunculan. Hahahaha.

Rasanya kasian juga badan gue kalau tiap hari di forsir dan hampir gak kasih kesempatan buat istirahat. Udah gue ini kurus, jarang makan, gak doyan makan sayur, dan susah minum obat, ditambah lagi kegiatan banyak, dan banyak pikiran. Wah bisa tambah kecil and kurus nih gue. Hahaha.

Minggu pagi ini gue juga gak kemana-kemana. Gak ngapa-ngapain juga. Sakit semua nih badan. Kayaknya badan gue menuntut untuk istirahat selama weekend ini. Okelah gue turuti aja. Sebenarnya hari ini gue ada tugas liputan di GOR Jayabaya Kediri. Ada pertandingan futsal. tapi berhubung gue lagi gak fit. Gue pilih istirahat aja dan digantiin sama temen gue. Gue cuma posting beritanya aja di blog sekolah gue.

Nah, itu tadi cerita weekend gue minggu ini. Cukup menyakitkan yah, hahaha. Itu tadi akibat dari terlalu memforsir tenaga. Biar loe gak kayak gue, nih gue bagi tips yang semoga bermanfaat:

1. Buat catatan kecil lengkap dengan deadline-nya buat nyatet tugas2 loe
2. Usahakan kerjakan tugas itu 2 hari sebelum deadline.
3. Jangan menunda. Kalau loe menunda-nunda nanti gak jadi ngerjain dan hasil akhirnya gak maksimal.
4. Konsisten. Kalo loe udah ngerjain satu tugas, selesain sampai tuntas. Jangan beralih ke tugas yang lain.
5. Jangan lupa makan. Kalau udah ngerjain tugas biasanya pada lupa makan. Pikiran dan tubuh loe juga perlu nutrisi. so, jangan lupa makan dan kalau perlu minum vitamin.

Yaps, itu tadi tips dari gue. Gue harap loe tambah sukses dan selalu mewarnai cerita di dunia ini. Hahaha. Apapun yang loe lakuin pasti ada manfaatnya buat masa depan loe. Kalo loe ikhlas dan sungguh-sungguh pasti akan dapet hasil yang terbaik. Kuncinya cuma usaha dan jaga kesehatan. Lalu biarkan doamu yang menuntunmu menuju jalanmu. Keep smile!

Sebuah Pengabdian dan Mimpi  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

"Bukanlah dikatakan seorang pemuda inilah AYAHKU. Tapi, baru dikatakan seorang pemuda inilah AKU."
-Bima Mahardika Satria. Announcer-


Kata-kata itulah yang tercermin dari seseorang yang begitu bersemangat tanpa kenal putus asa ketika mengejar mimpinya. Kata-kata itu yang gue denger Rabu, 5 Januari 2011. Gue inget persis waktu itu sahabat gue, Bima Mahardika yang nulis kata-kata itu pas gue lagi ikutan sekolah siaran di salah satu radio. Dari situlah gue mulai bangkit dan gue mulai bisa share, dapet motivasi or dukungan dan sebagainya.

Gue deket banget sama Bima Mahardika. Bisa dibilang udah kayak adek dan kakak. Gue salut banget sama dia. Lewat cerita-cerita dia, gue bisa bangkit. Semangat lagi. Sering banget gue and dia cerita-cerita soal kehidupannya, kehidupan gue. Gue salut sama 'kakak' gue itu. Udah dari SMA dia merantau ke Kediri dan cari uang sendiri. Akhirnya dia sukses dengan berbagai cita-cita yang dia miliki. Bagi gue, dia adalah sosok yang slalu gue inget dan slalu jadi support dan panutan gue #selain orang tua.

Dan, dia telah membuktikan kata-katanya itu "bukanlah dikatakan seorang pemuda inilah AYAHKU. Tapi baru dikatakan seorang pemuda INILAH AKU.". Suatu saat gue janji akan jadi lebih baik dan jadi apa yang gue cita-citakan dan orang harapkan.

"Kebahagiaan yang hakiki bukanlah karena uang atau materi tapi karena usaha dan mimpi yang tak pernah henti menghiasi hari."(farah)

Not Everything But Meaningful (Part 2)  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Pas gue kelas 5 SD gue punya cita-cita yang ketiga. Yaitu atlet lari. Gue gak tahu kenapa gue pengen jadi atlet lari. Gue tertarik aja pas ngeliat atlet lari lagi latihan gitu. Dan setelah kejadian itu. Setiap hari gue selalu bangun jam setengah lima pagi dan lari-lari pagi sekitar 7 kilometer an deh kayaknya. Butuh waktu sekitar dua jam buat lari pagi dan istirahat. Habis itu gue langsung mandi dan berangkat sekolah. Hal itu Cuma gue lakuin selama 2 tahun. Setelah itu gue gak pernah lari pagi lagi soalnya sekolah gue jauh dan gue harus bangun pagi biar gak telat. Dan akhirnya gue memutuskan untuk tiak meneruskan cita-cita itu karena menurut gue terlalu berat dan gue juga udah capek deh kayaknya.


Disaat gue udah MTS (setara SMP) gue pengen jadi penulis buku. Gue tertarik banget jadi penulis soalnya gue bisa berbagi cerita sama semua orang lewat tulisan-tulisan gue. Gue bisa cerita apa aja yang ada di pikiran gue lewat tulisan gue. Dan gue juga sering banget nulis di diary soal kehidupan gue. Berawal dari diary, gue jadi pengen mewujudkan cita-cita gue untuk menulis sebuah buku. Semangat gue bertambah ketika buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata muncul. Gue jadi pengen kayak Andrea Hirata. Menjadi penulis hebat. Alhamdulillah sampai sekarang beberapa tulisan gue udah di muat di berbagai media, dan sekarang gue sedang ngurusin blog gue ini. www.bintangkedjora18.blogspot.com. Gue juga tergabung di komunitas jurnalis di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut gue itu membantu gue untuk mewujudkan mimpi gue jadi penulis. Gue berharap, buku gue segera akan terbit dalam waktu yang udah gue tentukan.

Not Everything But Meaningful (Part 1)  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Waktu gue masih kecil. Gue punya banyak cita-cita. Mulai dari anak band sampai dokter. Dan gue selalu nulis apa cita-cita gue di sebuah buku. Hemh, karena banyaknya cita-cita. Gue jadi bingung pilih yang mana. Maklum, waktu itu gue masih kelas 4 SD dan namanya anak SD pasti lagi seneng-senengnya berimajinasi. Hahaha. Meskipun cita-cita gue belum sepenuhnya terwujud. Gue selalu berusaha mewujudkannya. Dan ini nih daftar cita-cita gue waktu kelas 4 SD.
1. Anak Band
2. Guru
3. Atlet
4. Presenter
5. Penyiar Radio
6. Penulis
7. Pengusaha
8. Dokter

Nah itu cita-cita gue waktu SD. Belum sepenuhnya gue wujudin cita-cita itu. Tapi gue udah berusaha sampai detik ini buat mewujudkan cita-cita itu. Cita-cita pertama gue jadi anak band. Karena cita-cita itu gue akhirnya ikut kursus ngeband sama adek gue. Adek gue ngedrum dan gue maen keyboard. Dikit-dikit gue bisa sih. Tapi gak bertaham lama. Gue akhirnya keluar karena gak betah. Dulu gue pikir ngeband itu asyik. Tapi ternyata biasa-biasa aja soalnya gue udah gak minat dan sering bolos kursus band.
Cita-cita kedua gue adalah jadi guru. Kenapa jadi guru? Menurut gue kayaknya mulia banget cita-cita itu. Bisa berbagi ilmu sama orang lain. Istilahnya bagi gue, jadi guru itu mengantarkan dan menunjukkan seseorang ke gerbang kesuksesan. Hahaha. Waktu itu gue pengen jadi guru Bahasa Indonesia. Meskipun cita-cita itu belum terwujud. Gue udah berusaha melatih komunikasi dengan orang. Karena guru yang baik harus komunikatif. Jadi mutlak diperlukan komunikasi yang baik.

Mimpi Kambing Betina  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Setelah gue selesai nulis cerita soal “Manusia Kepala Tikus’’ tiba-tiba mood hati gue pengen banget maen game. Tapi sayangnya baru beberapa main game, mata gue sakit dan kepala gue pusing #mungkin karena mata lelah, terlalu lama di depan laptop. Akhirnya gue putuskan untuk mandi. Dan di kamar mandi gue diem sebentar. Gue mikir sesuatu yang aneh tapi bisa jadi nyata #readers jangan berpikiran negatif dulu. Hahhaa…
Sebulan yang lalu gue pergi ke Gramedia. Gue beli bukunya bang Raditya Dika yang Kambing Jantan (versi komik 2) dan Marmut Merah Jambu. Sebenarnya niat gue beli Kabing Jantan yang catatan harian tapi habis. Yaudah deh. Emang nasib lagi gak beruntung. Gue juga mikir. Gue kok aneh banget ya?. Buku Kambing Jantan kan udah terbit beberapa tahun yang lalu dan filmnya pun udah dirilis sekitar 2 tahun yang lalu. Tapi kenapa ya gue baru menyadari kalo film dan bukunya bang Raditya Dika menarik, bagus, dan patut untuk dilihat dan dibaca #baik dibaca oleh orang yang lagi stres. Jika stres berlanjut hubungi Rumah Sakit Jiwa. Hahaha...
Well, balik ke masalah pikiran gue pas lagi di kamar mandi. Hemh, gue mikirin bukunya bang Raditya Dika terus. #entah kenapa gue gak bisa mandi, sampe kadang gak bisa tidur mikirin bang Raditya Dika. Salah satu penulis yang gue idolakan saat ini selain Andrea Hirata. Hahaha. Di kamar mandi itu gue tetep diem aja mikirin judul bukunya bang Raditya Dika. Kan di buku itu judulnya
“Kambing Jantan,
Catatan Harian Pelajar Bodoh
Oleh : Raditya Dika”
Tokoh Utama : Kambing-Kebo

Nah tiba-tiba, pikiran gue berkata lain! Apakah itu? Penasaran? Sabar! Anda dimohon sabar karena sebentar lagi Anda akan tahu jawabannya. Hahaha. Gue pengen banget punya buku yang judulnya

“Kambing Betina
Catatan Harian Pelajar Pintar
Oleh : Farah Adiba Nailul Muna
Tokoh Utama : Marmut-Semut”

Hahaha. Bukankah itu sebuah ide yang gila dan pantas untuk direalisasikan sebagai pelengkap buku bang Raditya Dika? Hahahhaa… Kalo readers nanya ke gue, kenapa kamu nulis judul buku yang hampir sama dengan bang Raditya Dika? Jawaban gue cuma satu: “Gue gak tahu jawabannya soalnya ide itu muncul begitu aja dan tanpa terduga sebelumnya. Anehnya, gue jadi kecanduan baca blog dan ngikuti perkembangannya bang Raditya Dika di blog maupun buku-bukunya.
Selesai gue mandi. Gue langsung sms sahabat gue yang pertama kali ngasih film Kambing Jantan ke Gue. Gue sms tentang apa yang gue pikirin di kamar mandi
Gue : “Prim, aku pengen terbitin buku yang judulnya
Kambing Betina
Catatan Harian Pelajar Pintar
Oleh : Farah Adiba Nailul Muna
Tokoh Utama : Marmut-Semut
Hahaha”
Prima : “Udah cepetan komunikasi sama Raditya Dika sana.”
Gue : “Hah?? Gilaa kali tapii seru kan. Ntar namanya di ganti marmut-semut-bukan kambing-kebo lagi. Hahahaha.’’
Prima : “Wkwkkwk, apik2. Tapi podo mut e. Semut, Marmut.”
Gue : “Gak apa-apa. Malah bagus itu! Berarti itu jodoh. Hahaha.”
Prima : “Hahaha. Ada-ada aja kamu ini. Gila!’’
Semoga semua ide gila gue tersebut bisa terwujud. Hahaha. Doakan ya readers semoga bisa terwujud dan melengkapi kegilaan bang Raditya Dika. (farah)

HARGAI YANG KAMU MILIKI, BERSYUKUR, DAN POSITIVE THINGKING!  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Pada hakikatnya manusia di ciptakan untuk mendapatkan yang terbaik yang telah dipilihkan Tuhan. Namun, tak semudah memetik daun jika ingin mendapatkan kebaikan. Usaha adalah kunci utama. Syukur adalah jalan emas mendapat yang lebih baik. Maka dari itu bersyukurlah atas nikmat yang diberikan Allah, berbaik sangka akan memudahkan jalanmu, dan menghargai apa yang kamu miliki akan menjadikan hatimu kaya. Karena sesungguhnya tak ada sedikitpun nikmat yang diberikan Allah yang pantas dikufuri. Bersyukurlah.
Kekayaan yang sejati adalah kekayaan hati. Bukan apa yang kita miliki tapi apa adanya kita. Bukan seberapa banyak harta kita. Tapi seberapa syukur kita atas nikmat Allah. Mungkin kalimat itu mampu menggambarkan betapa banyak nikmat yang harus kita syukuri. Makan dan minumpun adalah nikmat Allah yang harus kita syukuri. Ucapan ‘Alhamdulillahirabbilalamiin’ sudah mampu mewakilkan syukur kita. Betapa sia-sia apa yang kita kerjakan tanpa syukur yang kita ucapkan.
Kemarin (7/7/2011) pukul 19.30 gue pergi beli buku di gramedia. Gue lewat jalan Ahmad Yani. Gue liat ada kakek-nenek makan di pinggir jalan. Air mat ague langsung netes gitu aja. Ya Allah, kasian banget mereka. Gak tega gue ngeliatnya. Berbagai pertanyaan pun muncul mulai dari dimana mereka tidur sampe gimana anak mereka. Semoga aja mereka dapat yang terbaik.
Sampe lampu merah, gue juga ngeliat ada ibu-ibu gendong anak cowok gemuk banget sama anak cewek kira-kira umurnya 12 tahunan lah. Gila anaknya yang cowok gemuk banget dan ternyata anaknya lumpuh. Gak bisa ngebayangin gimana capeknya gendong anaknya yang gemuk itu. Ya Allah kenapa masih banyak orang yang seperti ini. Gue gak tega ngeliatnya. Gue kasih beberapa lembar uang dan gue pergi. Gue berharap gak akan pernah ada di posisi mereka bukan karena gue sombong Cuma gue gak mau ada di posisi mereka biar gue bisa bantuin mereka. Gue berharap ada orang yang mau bantu dan masih peduli sama mereka. Semoga hidup mereka lebih baik. Kaya miskin tak ada bedanya. Semua sama di hadapan Allah. Yang membedakan adalah amalannya.

Dilema Pendidikan  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Malem readers... Gimana kabar kamu hari ini? Moga aja semakin baik dan sukses. Well, kali ini gue pengen cerita soal sekolah gue. Moga aja ada hikmah yang bisa readers ambil dari cerita ini.


Umur gue 16 Tahun bulan Februari kemarin. Sekarang gue kelas 1 SMA di SMAN 3 Kediri. Dari tanggal 28 Mei kemarin sekolah gue udah ngadain ujian sekolah. Dan anehnya, gue santai-santai aja tuh ngadepin ujian ini. Gak kayak temen-temen gue yang lain yang pada ribet sendiri buat belajar kesana kemari. Gue belajar sih belajar tapi gak serius serius banget. Les di luar jam sekolah juga iya sih, tapi kalo lagi mood aja masuk. Gak tau yah kenapa gue kayak gini. Gak ada mood buat seserius mereka. Sebenernya dalam hati kecil gue pengen banget bisa serius ngadepin ujian sekolah. Tapi, memang guenya aja kali yang gak bisa serius. Apa mungkin dari dulu udah tertanam di otak gue bahwa, "Gak selamanya sekolah bisa jadi jalan gue buat meraih mimpi gue. Sekolah itu penting. Penting banget. Tapi percuma gue sekolah kalo gue gak punya bakat dan otak yang 'menghasilkan' karya.".

Readers boleh aja punya anggapan yang berbeda dari gue. Tapi, menurut gue percuma kamu pinter tapi gak punya skill, gak punya bakat. So, gak usah ngotot kalo kamu pengen pinter and punya skill. Cukup dengan pahami diri kamu dan belajarlah dari orang dengan 3M : Melihat, Meniru, Menambahi.

Aneh yang kedua dari semua ini. Kemarin gue nonton bang Raditya Dika, Pandji, and Joshi di Provocativ Proactive. Pas kebetulan bahas soal pendidikan di Indonesia. Anggapan gue tadi tiba-tiba dibahas sama mereka. Dan para host ::> bang Dika, Panji, Joshi ditanya sama narasumber (gue lupa namanya) "Sekarang coba kalian pikir, apakah kalian ini sukses dengan pendidikan? Kalian ini sukses karena Mau berusaha, Mau kreatif dan Ada niat. Coba sekarang bayangkan apa kesuksesan kalian ini ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah?". Bahkan kata si narasumber bahwa guru di Indonesia itu 2 kali lebih banyak dari negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika. Lalu kenapa kita masih tertinggal jauh?? Dan berdasarkan narasumber kedua yang pernah menempuh pendidikan di Amerika bilang kalau ::> "Di Amerika, guru hanya bertugas sebagai fasilitator. Guru seperti teman mereka. Murid-murid bebas mengatakan apapun aspirasi mereka. Bebas menyanggah, bebas memberi pendapat dan tidak ada batasan antara guru dan murid. Kalau di Indonesia, kadang-kadang kita mau tanya aja udah takut duluan. Mau nyanggah gurunya paling-paling dimarahin. Di Amerika pendidikan hanya formalitas aja."

Nah, berdasarkan cerita diatas gimana tanggapan readers nih?? Dan satu lagi, pendidikan jangan di ukur dengan gengsi. Misalnya kamu pengen masuk IPS tapi sama orang tua disuruh masuk IPA atau karena gengsi lah masuk IPS gak ada apa-apanya. Kesalahan terbesar kamu ada disitu kalau kamu cuma ukur pendidikan dari gengsi dan disuruh orang lain. Gak usah dipaksa deh kalau gak mampu. Jalani aja apa yang ada sekarang. Itu yang terbaik buat kamu. Inget! Hidup kamu bukan buat gengsi doank!!

Cerita ini cuma sekadar pendapat dan tanggapan sebagian orang ya readers. Jadi, boleh kok kamu punya pendapat lain. Kalau aku sih cenderung jalani aja apa yang ada. Gak mau ribet! Tapi ada saatnya kamu harus berlari sangat kencang ketika semangatmu tumbuh bangkitkan jiwamu yang haus akan ILMU.

Udah duluu ya readers... Yang mau kasih pendapat ya monggo!!

Warna-Warni Juni  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hay readers... Gak berasa udah bulan Juni aja niih... Waah sambut bulan Juni dengan senyuman dan kebahagian ya guys.

Berdasarkan cerita tmen2 gue nih lagi ada yg jatuh cinta, ada yg patah hati juga, ada yang lagi pusing mikir skolahan. Ada juga yang lagi seneng soalnya mau ulang tahun di bulan Juni. Waah baru awal bulan aja udah banyak warna di Bulan Juni ini.

Buat kamu yang lagi Jatuh Cinta selamat deh udah nemuin belahan jiwa yang baru. Tapi readers musti inget kalo lagi jatuh cinta gak boleh lupa diri. Maksudnya jangan sampai terlena soalnya kata pak Mario Teguh "Semakin kita mempercayainya (orang yg kita cinta) semakin besar pelukan dari kerugian yang kita terima." haha... gmana nih pendapat kamu readers?? kalo kata master magic kita Om Dedy Corbuzier "Jika anda hanya menggunakan insting, feeling, dan naluri tapi tanpa logika. Anda tak ada bedanya dengan seekor binatang." Nah jadi intinya kalo lagi jatuh cinta jangan terlalu percaya sama si dia. Percaya sih boleh tapi ada batesannya and harus sewajarnya nah jangan lupa gunakan LOGIKA. Gimanapun juga segala sesuatu harus dipikir pake LOGIKA. Buat kamu yang jatuh cinta, selamat menikmati... hahaha.


Buat kamu nih readers yang lagi patah hati. Gak usah sedih donk, gak usah manyun gitu. Mungkin si dia bukan yang terbaik buat kamu dan mungkin Allah akan kasih rencana lain dalam hidup kamu. Udah deh, jangan sedih terus jadiin itu pengalaman hidup kamu yang berharga. mungkin KENANGANMU KENANGANNYA TERLALU INDAH yaah?? yaudaah yaudaah Suatu saat ada yang lebih indah dari itu kok. Walaupun kamu patah hati masih ada keluarga kamu yang slalu ada buat kamu, yang slalu setia memberi kamu kasih sayang. Ada temen kamu juga yang slalu nemenin kamu maen. Ada adek kamu yang sering usil dan manja sama kamu. hahaha, Semua itu lebih indah dari seorang PACAR tau. hahaha.. bner gak readers??

Nah, kalo gue liat sekarang ini banyak banget anak yang males sekolah #sebenernya gue juga iya siih. hahaha. Gue slalu bertanya tanya kenapa akhir-akhir ini gue males, trus knapa temen-temen juga pada males. Mungkin readers ada yang males juga ya. Huuft, gak mau lagi ah gue mikir yang ribet-ribet. Yang gue mau skrg cuma balikin semangat sekolah gue demi masa depan gue nantinya. Gue cuma berharap, Tuhan tolong perbaiki kualitas hidupku, perbaiki jalan pikiranku, beri aku kebijaksanaan atas semua ini. hehehe. Gue pengen sekolah yang bener. dan satu hal yangbuat gue masih bertahan dengan semua ini, dengan sekolah gue adalah :::> GUE MASIH PUNYA MIMPI, CITA CITA, HARAPAN BUAT MASA DEPAN GUE DAN GUE JUGA MASIH SAYANG ORANG TUA GUE KARNA GUE PUNYA MIMPI! Gue udah bersyukur banget bisa sekolah daripada mereka yang kurang beruntung. Well, Intinya adalah. Sekolah dimanapun, Situasi apapun, bagaimana kualitas sekolah itu, dan apa yang terjadi di sekolah itu. Kamu musti BERSYUKUR. Karna kamu masih diberi kesempatan untuk mendapatkan ILMU yang bermanfaat. Sekali Lagi, semua kembali pada dirimu sendiri, bagaimana kamu mengatur semua yang terjadi.



Hmmh. Semoga Bulan Juni kamu semua readers penuh warna, penuh semangat, dan tentunya jangan lupa JADILAH YANG TERBAIK DIMANAPUN KAMU BERADA. Sukses Selalu... Danke!!

Pembodohan Dini Terhadap Pelajar  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hy guys… musim ujian udah tiba nih. Apa yang kamu lakuin buat ngadepin ujian semester ini? Belajar yang giat kali yah. Hmmh, so pasti, gak boleh dilupakan tuh. Berdoa tentunya juga gak ketinggalan jadi ritual penting menghadapi ujian.

Hmmh, ngomong-ngomong soal ujian nih. Pasti gak akan ketinggalan kata mencontek. Yap, betul banget. Kata yang udah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Yuhuuu… ada gak ya orang yang gak pernah mencontek?? Mungkin ada siih tapi gak sebanyak yang mencontek. Gue sendiri sebenernya juga sering nyontek siih. Kalo otak udah mentok dan gak bisa berpikir dengan jernih gak ada lagi yang gue lakuin selain mencontek. Hehehehe…

Gue bukan orang yang terlalu menolak terjadinya contekan tapi perlu readers ketahui ya, mencontek itu merupakan salah satu cara membodohi teman yang paling baik dan bekerja dengan cepat. Nah itu kata guru SMP gue. Dan gue sendiri sekarang juga udah agak menjauhi perilaku mencontek. (kalau gak kepepet sih.hehehe.) Soalnya gue masih sayang sama temen gue dan gue sendiri juga pengen tambah pinter donk. Lagipula gue juga lebih bangga dengan hasil kerja atau PR gue. Dan gue ngerasa gak terbebani harus balas budi ke orang yang udah gue contek tadi. Semua pasti akan lebih bermakna dan bikin readers bangga dengan hasil jerih payah sendiri. Nah, kalau readers masih sayang sobat kamu so jangan kasih contekan ke dia tapi ajari dia biar bisa dia bisa. Itung-itung bagi ilmu gitu. Pesen gue satu lagi, kalau pengen dapat hasil yang maksimal ya udah belajar aja yang rajin yaah. Orang tua kamu pasti bangga dan ujung-ujungnya uang saku kamu bakal ditambahin. Hahahahaha. Oke deh sampe sini dulu ya tulisan gue. Keyboard komputer lagi error nih gak bisa diajak kompromi. See you guys. (farah)

Menolong Dengan Ide Sampai Sekolah Dibayar Sampah  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan bangsa Indonesia yang tertulis pada pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea 4. Itu berarti melalui pendidikanlah bangsa Indonesia dapat mencapainya. Pendidikan dapat menjadi tolak ukur apakah bangsa itu maju atau tidak. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum terlaksana secara maksimal. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1. Kurangnya fasilitas yang memadai
2. Semakin mahalnya biaya pendidikan setiap tahunnya
3. Juga karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

Jika hal itu terus dibiarkan, bagaimana dengan nasib bangsa ini? Akankah angka putus sekolah terus meningkat dan teman-teman kita harus belajar dengan fasilitas yang serba terbatas?. Itu tidak akan terjadi jika kita melakukan tindakan untuk menolong mereka. Karena kita tercipta sebagai makhluk sosial yang harus saling tolong menolong.
Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Sebab manusia tercipta sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita begitupun sebaliknya. Kita juga dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar saudara, atau dengan siapapun. Tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap manusia. Jadi, jangan remehkan perilaku tolong menolong karena dengan tolong menolong sama saja dengan kita menolong diri sendiri.

Untuk menolong teman-teman kita yang kurang beruntung agar dapat bersekolah lagi, Tupperware Indonesia mengadakan program “Tupperware Children Helping Children 2010”. Program yang sangat menarik dan patut dihargai serta memberikan banyak manfaat bagi kita semua, khususnya teman-teman kita yang kurang beruntung agar dapat bersekolah lagi. Adanya program ini dapat membantu teman-teman kita yang kurang beruntung karena setiap lembar karangan yang dikirimkan akan dihargai sebesar Rp 10.000 untuk disumbangakan ke Sanggar Anak Akar Jakarta. Program ini juga memberikan kesempatan bagi kami para remaja untuk mengasah kreatifitas membuat karangan yang bertema “Ceritakan yang kamu lakukan untuk menolong temanmu yang kurang beruntung”. Dan yang akan saya lakukan untuk menolong teman saya yang kurang beruntung adalah:

1. Mensosialisasikan Pentingnya Pendidikan
Kurangnya sosialisasi tentang pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu membuat saya ingin melakukannya agar masyarakat terutama orang tua dan anak lebih sadar akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

2. Perhatian dengan Dukungan
Dengan cara memberi dukungan baik secara lisan atau tertulis akan menggugah semangat mereka agar mereka bersemangat untuk bersekolah lagi.

3. Memberi Sumbangan
Seperti yang pernah saya lakukan bersama teman-teman agar menyumbangkan sebagian uang saku kami untuk menolong seorang anak agar dapat sembuh dari sakit yang dideritanya. Dengan cara menyisihkan sebagian uang saku kita untuk di sumbangkan ke sebuah lembaga sosial atau instansi tertentu akan dapat membantu biaya teman-teman kita agar dapat bersekolah lagi.

4. Perpustakaan
Saya bercita-cita ingin membuat perpustakaan sendiri di rumah. Hal itu juga bisa di lakukan untuk menolong teman-teman yang kurang beruntung agar anak-anak gemar membaca dan pengetahuannya bertambah.

5. Rumah Singgah
Keempat hal tersebut di atas akan terlaksana dengan baik jika kita memberikan sebuah tempat untuk berbagi seperti rumah singgah. Namun, tidak banyak dijumpai keberadaan rumah singgah. Padahal rumah singgah dapat digunakan untuk bersosialisasi, memberikan dukungan, memberikan sumbangan, dan membuat perpustakaan untuk anak-anak. Agar setidaknya mereka mendapat ilmu yang sama dengan anak-anak pada umumnya.

6. Biaya Sekolah Dibayar Sampah
Berdasarkan artikel yang saya baca di Koran Pendidikan, Senin, 6 Oktober 2008. Ada sebuah artikel yang menurut saya cukup unik yaitu “Biaya Sekolah Dibayar Sampah”. Mungkin kita berpikir itu tidak mungkin terjadi pada era globalisasi saat ini tapi hal itu memang benar-benar terjadi di Kec. Lawang, Kab. Malang, Jawa Timur. Ada salah satu sekolah disana yang mengganti biaya pendidikan dengan sampah plastik bekas air minum kemasan. Hal itu berlaku bagi siswa jurusan Kimia program studi daur ulang, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Botol-botol atau gelas plastik itu ditimbang dan dihargai oleh sekolah sebesar Rp 6.000 per kilogram. Itulah pengganti biaya sekolah bagi siswa yang bersangkutan. Sesampai di sekolah, sampah plastik tersebut diolah dengan mesin pencacah plastik yang dilakukan bersama-sama siswa jurusan daur ulang, sehingga siswa tahu dan mampu cara mengolah sampah plastik. Hasil olahan yang merupakan bahan setengah jadi itu, selanjutnya disetor kembali ke pabrik plastik di Lawang untuk diolah lagi.

Nah, keenam hal diatas itulah yang akan saya lakukan untuk membantu teman-teman saya yang kurang beruntung. Semoga semua itu dapat terlaksana dan bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Tupperware Indonesia dapat membantu mewujudkan mimpi anak Indonesia dengan memberikan wadah dan kesempatan untuk berkreasi. Agar bakat anak-anak Indonesia tidak terabaikan hanya karena tidak mendapat perhatian dan fasilitas yang kurang memadai. Menolong tidak harus dengan harta, bisa dengan tenaga, pikiran atau ide, bahkan dengan doa sekalipun asalkan kita ikhlas melakukannya. Mari kita tolong menolong.

Biaya Sekolah Dibayar Sampah  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

::: Ini adalah artikel yang saya ambil dari KOran Pendidikan pada Senin, 6 Oktober 2008 09:11:49 - oleh : redaksi :::


LAWANG- Kondisi perekonomian keluarga yang kurang beruntung, bukan alasan untuk tidak mengenyam pendidikan. Begitulah yang terjadi di SMK PGRI Lawang, dengan menerapkan sebuah terobosan kebijakan yang unik. Bagi siswa tak mampu yang kesulitan membayar biaya sekolah, bisa membayar pakai sampah. Hanya saja, bukan sembarang sampah, melainkan sampah plastik bekas air minum kemasan.
Kebijakan ini setidaknya berlaku bagi siswa jurusan Kimia program studi daur ulang, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Di SMK PGRI Lawang, kebetulan memang mayoritas siswa berasal dari masyarakat kurang mampu yang tinggal di wilayah pinggiran.
‘’Yang jelas, proses belajar mengajar tidak boleh terhenti gara-gara tidak punya biaya untuk bayar sekolah. Karena itulah kami punya inovasi seperti ini,’’ tutur Lukman Hidayat SPd, waka humas.
‘Sekolah mbayar sampah’ tersebut, teknisnya adalah para siswa menyetorkan sampah botol atau gelas plastik bekas air minum kemasan. Botol-botol atau gelas plastik itu ditimbang di sekolah, dan dihargai oleh sekolah Rp 6000 per kilogram. Itulah pengganti biaya sekolah bagi siswa yang bersangkutan. Jika setoran sampah melebihi biaya yang dibutuhkan, sekolah tetap fair dengan membayar kelebihan itu kepada para penyetornya.
Menurut Lukman, selain untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat tentang biaya sekolah, program ini juga bertujuan melatih siswa untuk bisa mandiri dan berwirausaha sembari masih sekolah. ‘’Karena SMK kan mendidik siswa untuk terampil dan siap kerja,’’ katanya.
Ditekankan, program ini bukan melatih anak-anak untuk menjadi pemulung, tetapi siswa dapat melakukan dengan cara menjadi pengepul atau penampung dari masyarakat yang memiliki sampah botol atau gelas plastik. Setelah terkumpul banyak, baru disetor ke sekolah.
Sesampai di sekolah, sampah plastik tersebut diolah dengan mesin pencacah plastik yang dilakukan bersama-sama siswa jurusan daur ulang, sehingga siswa tahu dan mampu cara mengolah sampah plastik. Hasil olahan yang merupakan bahan setengah jadi itu, selanjutnya disetor kembali ke pabrik plastik di Lawang yang selama ini menjalin kemitraan dengan SMK PGRI Lawang.
‘’Harapannya, setelah lulus nanti siswa dapat bekerja atau bisa berwirausaha yang ada kaitannya dengan teknik kimia daur ulang plastik,’’ kata Lukman. Ke depan, program ini juga berlaku untuk masyarakat umum. Selain didukung oleh PT Tri Surya Plastik, program ini juga bekerja sama dengan pemerintah kecamatan setempat. sup-KP

TAHUN BARU SEMANGAT BARU  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Kemeriahan malam tahun baru membuat kita harus tetap berusaha untuk menjadikan tahun 2010 lebih baik dari tahun 2009. Kemeriahan tahun baru itulah yang menjadi tolak ukur bagi kita dalam menjalani kehidupan di tahun 2010. Karena kemeriahan tahun baru harus sebanding dengan apa yang kita lakukan nanti.

Untuk memulai yang meriah tersebut, ramalan – ramalan yang beredar di Tv, radio, atau beberapa surat kabar bisa menjadi acuan dan motivasi untuk menjalani tahun 2010. Jangan hanya monoton tanpa perubahan yang lebih baik, berusahalah untuk menjadi yang lebih baik pada tahun 2010 karena itu menentukan masa depan kita. Tetapi harus kita ingat. Hal-hal yang positiflah yang harus kita lakukan. Tentunya hilang kan hal-hal buruk ditahun 2009 dan mulailah untuk menjadi yang lebih baik di tahun 2010.

Tahun 2009 harusnya kita jadikan bahan renungan dan introspeksi bagi diri kita masing-masing. Tentunya jangan berpikir bahwa menengok kebelakang berarti membangkitkan sesuatu yang buruk di masa lalu. Tetapi berpikirlah bahwa kita menengok kebelakang untuk renungan dan instrospeksi diri untuk menjadikan masa depan yang lebih baik.

Kita harus menjalani semua halangan dan rintangan yang akan terjadi di tahun 2010 dengan semangat tahun baru. Karena awal yang meriah harus diakhiri akhir yang meriah pula. Ada beberapa hal yang bisa membuat hari-hari yang kita jalani lebih bermanfaat dan tentunya meriah seperti awal tahun baru;
1. Awalilah hari dengan niat bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih cemerlang dari hari ini.
2. Bertekatlah bahwa semua mimpi-mimpi kita yang belum terwujud pada tahun kemarin akan terlaksanakan pada tahun 2010.
3. Buatlah perencanaan yang matang untuk hari-hari yang akan kita jalani. Karena segala sesuatu yang ada harus direncanakan dengan baik agar hasilnya maksimal dan memuaskan.
4. Bermimpilah yang tinggi, karena dengan kita bermimpi maka kita akan berusaha untuk mengejar mimpi tersebut.
5. Berusahalah bersikap lebih dewasa dengan cara berusaha semampu mungkin menjadi yang terbaik untuk kedua orang tua. Jangan hanya meminta dan menuntut saja. Tapi beri mereka bukti bahwa kita mampu membahagiakan mereka.
Karena itu, kita sebagai remaja penerus bangsa maka sebaiknya mulailah tahun baru ini sebagai awal dari kesuksesan esok. Talk less do more. (farah)

Peranan Teman Terhadap Perilaku Remaja  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

“Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan suci/fitroh, maka kedua orang tualah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusy…” (H.R. Muttafakun ‘Alaih)

Sesuai hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang anak yang baru lahir itu masih dalam keadaan yang suci. Dan yang menjadikan anak itu ke masa depan yang cerah atau tidak adalah orang tua dan anak itu sendiri. Sejak lahir dari rahim ibu, pendidikan agama sudah melekat pada diri kita Saat kita lahir di dunia ini sebagai muslim dan muslimah kita telah mendengar adzan dan syahadat dari orang tua kita. Itu merupakan salah satu bentuk pengenalan dan penanaman agama pada diri kita sejak dini.
Tapi tidak mudah bagi kita untuk bisa menjaga moral dan tingkah laku sesuai agama yang kita anut, karena terkadang kita menuruti hawa nafsu. Terutama saat kita sedang dalam masa remaja. Pada masa remaja ini sangat rawan sekali anak terjebak dalam pergaulan bebas. Karena pada masa remaja kita cenderung ingin mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Kita mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat bagi kita dan masa depan. Dalam memilih teman kita tidak boleh sembarangan. Tak ada salahnya kita berteman dengan siapa saja. Tapi ingat, kita harus bisa menjaga diri dan membatasi.Jangan sampai salah pergaulan. Karena teman juga berpengaruh besar terhadap tingkah laku sehari-hari kita. Bagaimana tidak. teman adalah orang yang sering menghabiskan banyak waktu bersama kita. Contoh-contoh perilaku negatif remaja akibat salahnya memilih teman adalah ;
1. Berbohong
2. Malas
3. Merokok
4. Tidak sopan baik dalam perkataan maupun perbuatan.
5. Saling menghina
6. Menggunakan obat terlarang.
7. Suka kepada minuman keras
8. Mencuri
9. Pergaulan bebas di antara remaja
10. Berkelahi

“Keridhoan Allah terletak pada keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua.”(H.R. Tabrani)

Pergaulan itulah yang akan membuat para remaja terperangkap dalam kenakalan remaja. Saat ini salah satu kenakalan remaja yang membuat generasi muda rusak adalah narkoba.
Narkoba adalah zat kimiawi yang mampu mengubah pikiran, perasaan, fungsi, mental dan perilaku seseorang. Narkoba merupakan kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkoba juga sering disebut dengan sebutan NAZA.
Narkobalah salah satu kendala para remaja dalam melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. Jika sudah terperangkap dalam narkoba, kemungkinan terjangkit virus HIV/AIDS itu sangat besar, kurang lebih mencapai 80%. Kalau begitu siapa generasi penerus bangsa yang akan memimpin bangsa ini mendatang?. Jadi, kita sebagai remaja harus bisa memilah dan memilih mana yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai remaja pada umumnya yang tentunya tidak menyalahi norma-norma yang berlaku, khususnya norma agama.
Sehingga kita menjadi seseorang yang mampu meraih masa depan yang gemilang dengan berpegang teguh pada agama.
Nah, kita sebagai remaja juga harus lebih memahami akhlaq dan agama. KIta juga berkewajiban untuk mematuhi semua perintah orang tua agar tidak terjadi pergaulan yang salah.
Ciri-ciri teman yang baik adalah :
1. Mau berteman dalam suka maupun duka.
2. Carilah teman yang bisa membuat kita menunjukkan jalan yang baik dan benar.
3. Bila kita terlanjur berbuat hal yang buruk, dia mau menasihati
4. Carilah seorang teman yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah.
5. Pilihlah teman yang bisa membimbing kita ke jalan yang benar
6. Bisa saling mengingatkan satu sama lain.
Itulah beberapa ciri teman yang baik. Semoga dengan ini kita bisa menjadi remaja yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Apalagi kita adalah siswa UKS yang sudah semestinya menjalankan kehidupan ini sesuai dengan tria UKS. Serta diiringi dengan ridha Tuhan YME. Amien. . .Prestasi yes!! Narkoba no!!.

Rejeki Datang Menjelang Ramadan  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Datangnya bulan suci Ramadan tahun ini disambut meriah oleh sebagian besar umat Islam dikalangan kota Kediri. Khususnya para pedagang yang pastinya akan kebanjiran rejeki extra di bulan Ramadan. Hal ini disebabkan oleh tradisi masyarakat yang selalu konsumtif saat Ramadan. Baik itu pedagang makanan, pakaian, atau barang-barang kebutuhan yang lain.
Pasar-pasar, mall, ataupun kawasan pertokoan selalu ramai diserbu pengunjung. Keadaan ini menyebabkan harga-harga beberapa barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan, karena permintaan konsumen juga melambung tinggi. Walaupun demikian, hal ini tidak menyebabkan surutnya minat dan semangat para pedagang takjil untuk menggelar dagangannya selama bulan Ramadan. Pedagang-pedagang takjil dadakan ini tersebar di beberapa wilayah Kota Kediri. Yang paling ramai dan padat dikunjungi adalah memanjang dimulai dari kawasan stadion Brawijaya hingga kawasan Pertokan di Jalan Hayam Wuruk.
Pedagang-pedagang takjil ini hanya berjualan selama bulan Ramadan saja. Dan yang dijual adalah berbagai jenis makanan dan minuman ataupun camilan beraneka ragam. Fenomena ini dapat dijadikan pilihan bagi para komuers untuk mengabiskan waktu menjelang berbuka!! Nah, biar lebih afdholnya, para komuers wajib mencoba masakan para pedagang takjil di sekitar Jalan Hayam Wuruk itu.(kik)

The Alcemist  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

“The Alchemis” mungkin masing sangat asing di telinga kita. Tapi, bagi para kutu buku pasti “The Alchemist” udah gak asing lagi dong? Yupz, “The Alchemist” adalah buku karangan Paulo Coelho yang bercerita tentang perjalanan seorang anak dalam mengejar mimpi dan mencari harta karun yang berada sangat jauh dari negaranya. Paulo Coelho lahir di Brazil tanggal 24 Agustus 1947. Ayahnya adalah seorang insinyur dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Cita-citanya menjadi seorang penulis terhalang oleh permintaan orang tuanya yang akhirnya memaksa Paulo Coelho bersekolah di jurusan hukum. Beberapa tahun kemudian, dia meninggalkan sekolah hukum dan bekerja lagi menjadi seorang penulis buku dan lagu. Buku-buku Paulo Coelho kini telah banyak yang beredar, di antaranya adalah “The Alchemist”.

The Alchemist adalah sebuah novel yang menarik dengan semburan optimisme seorang anak yang berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya menjadi nyata. Novel yang bercerita tentang kisah Santiago, seorang anak laki-laki yang telah bermimpi dan keberanian untuk mengikutinya. Setelah mendengarkan "tanda-tanda”, Santiago melakukan perjalanan eksplorasi. Ia mencari harta terpendam di dekat pyramids di Mesir. Ia rela menjual seluruh domba-dombanya untuk biaya berkelana mencari harta karun di Mesir. Ketika ia memutuskan untuk pergi, ayahnya hanya menasihati bahwa "Berjalanlah di dunia sampai anda melihat bahwa kami adalah istana, dan perempuan yang paling indah". Dalam perjalanan, Santiago melihat kemegahan dunia, dan memenuhi segala macam orang-orang seperti raja dan alchemists. Namun, pada akhir novel, ia menemukan bahwa "harta terletak di mana hatimu berada", dan bahwa harta adalah perjalanan itu sendiri, Perjalanan yang dia buat, dan hikmat yang ia peroleh.

Selesai sudah deh cerita Santiago dan harta karun yang ia peroleh. So, buat kita-kita nih. Jangan pernah berhenti bermimpi dan jangan pernah putus asa menggapai mimpi. Satu kata untuk kita semua “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Jadi, kalau kalian lagi putus asa dan menyerah, inget aja perjalanan Santiago dalam menggapai mimpi. Jadikan pengalaman adalah sumber motivasi untuk kita.

Tampilkan postingan dengan label Artikel Inspirasi dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sebuah Oase  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Suatu sore sepulang sekolah saya masih menyempatkan diri bercengkrama dengan teman-teman di depan kelas. Obrolan ringan dan tawa kecil sedikit merefresh otak setelah sejak tadi pagi terkuras memikirkan satu per satu materi pelajaran di sekolah. Suasana sekolah yang mulai sepi dan udara yang sejuk membawa kami terlena dalam obrolan itu. Sesaat saya terpaku oleh sekelompok anak di depan ruang perpustakaan. Terlihat mereka dengan asyiknya mendesain sebuah mading. Padahal waktu itu sudah jam pulang sekolah. Waktu yang sebetulnya mereka bisa menikmati kebebasan bermain dengan teman sebayanya, atau menikmati waktu sore untuk duduk bercengkrama dengan keluarga. Tetapi barangkali karena tugas, mereka lebih memanfaatkan waktu itu untuk mengerjakan tanggung jawab mereka. Sementara anak-anak lain sebayanya asyik menikmati kebebasan bermain di luar sana, sekelompok anak ini dengan semangat mewujudkan sebuah impian, yaitu memajang mading untuk pembaca.

Saya masih menjumpai ketekunan yang terpancar dari wajah sekelompok anak itu untuk menciptakan sebuah produk seni. Waktu itu saya beruntung, akhirnya saya melihat langsung sekelompok anak yang mengorbankan waktunya demi sebuah kegiatan positif bagi lingkungan sekitarnya. Sekejap ide-ide kreatif di benak saya muncul ketika melihat mereka beraktifitas. Serupa oase yang muncul di padang pasir, menyejukkan. Mengapa? Sebentar saja mengamati mereka, saya menemukan banyak hal positif. Mulai dari ketekunan, kerjasama, kreativitas, dan kesederhanaan terpancar dari setiap detil mading yang mereka buat. Sampai-sampai saya tak menjumpai rasa lelah dalam raut wajah mereka.

Diselingi canda dan keusilan khas remaja membuat saya tersadar bahwa sekalipun mereka berasal dari kelas dan tingkatan yang berbeda, tak nampak adanya pembeda di antara mereka. Karena mereka lebur menjadi satu demi sebuah kepentingan. Bahkan saya bisa menyimpulkan bahwa dibalik kebersamaan mereka, muncul puluhan bahkan ribuan energi kreatif yang unik dan menarik. Misalnya, untuk mempercantik sebuah mading mereka menggunakan beberapa bahan daur ulang yang jarang terpikirkan oleh kita. Perdebatan seringkali muncul disela kegiatan membuat mading, itulah menariknya sebuah karya seni. Banyak argumen dan ide menarik muncul. Bukankah itu membutuhkan tingkat kecerdasan yang tinggi untuk menghasilkan produk seni yang orisinil?

Mungkin sesuap roti pun tak akan cukup mengalihkan perhatian mereka dari mempercantik produk seni itu. Kalau sudah merasa dapat menikmati suatu aktifitas biasanya kita sering melupakan makan. Yang menjadi orientasi dan prioritas saat itu hanyalah pekerjaan segera tuntas dengan hasil yang memuaskan. Sayangnya, dalam hal ini tak hanya bakat yang dibutuhkan. Namun juga pengorbanan dan tanggung jawab yang tinggi untuk menghasilkan sebuah produk seni. Yah, itu yang disebut profesionalisme kerja.

Tak lelah saya memperhatikan setiap gerak sekelompok anak itu. Mengerjakannya dengan profesional diimbangi dengan passion yang mereka miliki, saya yakin akan mempercantik mading itu. Kerjasama, kekompakan, kesederhanaan, kreatifitas, dan semangat dalam melakukan suatu pekerjaan mungkin sudah jarang kita temui di negeri ini. Bahkan sekarang ini lebih sering kita jumpai beberapa persoalan dan pekerjaan yang tak tuntas karena kepentingan-kepentingan pribadi. Alangkah baiknya jika kita mengaca pada sekelompok anak itu bahwa kerjasama, kekompakan, kesederhanaan, kreatifitas, dan semangat akan memberikan sebuah hasil yang maksimal bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Serupa oase di sebuah padang pasir.


Galau vs Passion  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Bisa dibilang ini adalah masa galau dan fase tersulit seorang anak SMA menuju masa depan (Haha puitis banget). Tentang sebuah pilihan mau kuliah, kerja, atau mungkin mau nikah. hehe. Yah, dihadapkan pada suatu kondisi dan pilihan tentang masa depan yang bisa dibilang sih menjadi penentu langkah selanjutnya. Ada seorang temen yang berkali-kali tanya "gimana sih enaknya mau kuliah dimana ya? mau ngambil jurusan apa? bingung nih." nah, yang kuliah dia malah nanya balik ke aku. haha. Well, itu wajar! Jangan kaget kalau lagi musim UNAS gini semua anak SMA pada tegang, bingung, dan ngabisin duit jajan buat ngenet (baca: search Perguruan Tinggi, SNMPTN). Bisa aku pastiin kegalauan hampir menjadi bagian dari para siswa SMA di seluruh Indonesia. Mulai dari pemilihan jurusan, sampai ke tahap yang paling galau dari semua kegalauan di zaman SMA:

Mau masuk ke mana, dan ambil jurusan apa pas kuliah nanti?

Melalui tulisan ini, saya akan mencoba untuk memberikan pendapat mengenai fenomena kegalauan ini dari sudut pandang seorang calon MABA (Mahasiswa Baru). Semoga dengan tulisan ini aku, kamu, dan siapapun yang lagi galau gak akan mengalami depresi karena salah jurusan. Well, its the time to share my opinion for you:

1. Paradigma dan Masa Depan
Coba deh kita perhatiin, banyak orang tua kita yang bilang "kamu pantesnya kuliah di Kedokteran. Tuh liat prospeknya bagus. Gajinya Gede." atau mungkin "gak pantes kamu ambil jurusan itu. mau jadi apa kamu nanti?" dan bla bla bla dengan segudang alasan. Mungkin orang tua kita pernah bicara seperti itu. Niatnya sih mau ngasih pilihan yang tepat buat kita nantinya. Selama ini pemilihan jurusan selalu dikaitkan dengan prospek masa depan. Entah itu karena gaji, kualitas kehidupan, dan kemudahan lapangan kerja. Parameter seperti itulah yang selalu dikaitkan dengan pemilihan jurusan. Nah, mulai bingung deh kalau masih terikat dengan paradigma yang kayak gitu. Gak bakalah ada yang benar di mata kita kalau kita selalu menjadikan hal tersebut sebagai parameter kualitas kehidupan kita. Percaya deh, sekalipun pilihan kamu di anggap rendah dan buruk, pasti ada jalan yang lebih baik nantinya.

2. Penyakit Khas Indonesia
Gengsi, sebuah kebodohan yang menurut saya mengakar dengan sangat kuat di kehidupan masyarakat Indonesia. Gengsi ini begitu mengakarnya, sehingga terkadang passing grade suatu jurusan pun sering menjadi dinding yang secara tak langsung memisahkan kehidupan sosial antar mahasiswa. Terkadang seseorang akan dianggap hebat, dan dipandang sebagai golongan elit apabila dia sanggup masuk ke jurusan yang standar passing grade-nya tinggi. Sehingga adalah hal yang bisa dimaklumi jika para remaja yang memang sedang berada di fase pencarian identitas, dan pengakuan, akan tergiur untuk masuk ke dalam golongan “elit” ini.

3. Passion Is the Real Dream
Banyak orang sudah cukup puas dengan gaji yang tinggi, rumah, mobil, dan semua yang mereka inginkan terwujud. Tapi ada juga yang berpikir "kok selama ini aku menghabiskan waktu dengan sesuatu yang membosankan ya. Cuma itu-itu aja.". Nah passion is the real dream, dimana kamu bisa menggunakan passion kamu untuk sebuah jalan untuk meraih mimpi kamu. Ada yang mau jadi penulis, penyanyi, desainer, dan apapun itu yang kamu inginkan. Semuanya sih sah-sah aja, selama itu bisa buat kamu nyaman dan gak ngerugiin orang lain. Oke sekarang kamu harus tahu dan kejar passion kamu demi masa depan.

Nah, apa sih passion itu?

"Sesuatu adalah passion kita, jika ketika kita mengerjakan hal tersebut, maka waktu akan berlalu dengan cepat. Badan dan pikiran kita pun akan rileks dan enjoy mengerjakannya, entah itu 5 menit, sejam, 5 jam, ataupun seharian, tidak akan ada bedanya. Pada kenyataannya, terkadang kita sama sekali tidak merasa perlu untuk beristirahat, bahkan ketika mengerjakan sesuatu yang pada umumnya orang anggap sebagai sesuatu yang teramat melelahkan."

Terdengar seperti kisah dongeng kah? Ya, memang saya akui ini terdengar berlebihan, tapi inilah kenyataannya. Ketika kita melakukan sesuatu yang kita senangi, maka semua waktu akan berjalan tanpa terasa. Pernahkah kita merasakan seakan-akan kita terbenam ke dalam suatu hal sampai lupa waktu? Seperti itulah kira-kira rasanya menjalankan passion kita. Dan passion inilah sebuah hal yang memungkinkan kita untuk membuat sebuah masterpiece di dalam hidup kita.

4. Time = Masa Depan
Gak ada lagi yang namanya santai. Betapa waktu sangat berharga untuk menentukan kualitas diri kita. Siapa yang menghargai waktu, dialah yang menghargai masa depannya. Kamu boleh mimpi setinggi langit, gak ada yang nglarang. Tapi inget, semua itu gak akan terwujud kalau kamu gak pernah menghargai setiap detik waktu yang ada untuk mempersiapkan masa depan kamu. Sama halnya dengan pemilihan jurusan, setiap saat kamu harus siap dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan kamu butuhkan nanti pas Kuliah. Why? Prepare for future is the importent thing. Kesimpulannya, persiapkan diri kamu, mimpi kamu, dan apapun yang akan kamu pilih mulai dari sekarang. satu-satunya waktu yang bisa berubah hanya masa lalu. Masa depan belum terbentuk, hari ini yang membentuk kamu sukses di masa depan nanti. Waktu yang akan membuktikan dengan segala caranya.

5. The "X" Factor
Last but not Least. The X factor yang dimaksud bukan acara yang lagi hits di Tv itu tuh. X Factor adalah faktor yang paling menentukan apakah kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Faktor X ini biasa orang sebut 'LUCK' yap keberuntungan. Tapi menurut saya itu lebih dari apa yang namanya keberuntungan. Keberuntungan bisa aja datang sekali, dua kali. Tapi, Faktor X yang saya maksud adalah 'DOA'. Jadi keberuntungan akan datang dan berpihak pada siapapun yang berdoa. Mustahil jika kita menginginkan sesuatu yang besar tapi hanya dengan usaha yang kecil. Percaya, Tak ada hal luar biasa yang dicapai dengan cara Biasa. Dan cara luar biasa itu adalah Doa dan Usaha.

Finnaly, Kejarlah apa yang menjadi passion kamu. Lupakan saja gaji dan gengsi. Karena mengejar passion akan membuat kamu lebih mudah mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan kamu gak akan pernah menyesal ketika kamu menjalankan dan mengejar passion kamu. Karena itu jati dirimu. Gunakan waktu sebaik-baiknya demi masa depan kamu. Waktu kamu sudah tiba untuk membuka mata meraih mimpi. Percaya deh, setiap apa yang kita impikan dan inginkan pasti akan terwujud. Tuhan gak akan tidur kok untuk selalu mendengar doa hamba-hambanya. Mungkin kita butuh waktu yang panjang untuk mewujudkan apa yang kita inginkan, tapi suatu saat akan ada masa dimana kita akan tersenyum dan memandang kebelakang sambil bilang:

"Untung dulu saya mengejar apa yang menjadi Passion saya"

Ps: Jangan buat komitmen yang salah yang kemudian akan kamu sesali sepanjang usia.

Bangku Bangku yang Mulai Pudar- Sebuah Refleksi Diri  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Kehidupan tanpa pendidikan memang tak akan membenih indah namun jika pendidikan pun sudah diatas tanduk runcing tertiup angin pula, apa yang insan bisa lakukan. Tak banyak khalayak tau strategi kecil yang dimainkan dibalik layar, ada kalanya pula semua itu disembunyikan. Namun apa yang ada dibenak semua umat yang mempunyai mata hati yang mengenang seorang pahlawan dimata mereka adalah sosok yang benar-benar berjasa dan pelipur laranya jikalau pahlawan itu ternyata menggunting dibalik lipatan yang tak seharusnya mereka lakukan. Apalagi pahlawan dengan lebel tanpa tanda jasa, siapa sih yang tak mengerti ungkapan ini. Mungkin semua plosok dan sudut-sudut pun tak asing tentang ini semua.



Udara sudah terbiasa berhembus dari tekanan yang tinggi ke rendah bahkan air laut sudah terbiasa menguap saat matahari benar-benar memberikan panasnya sinar. Semua hal di bumi ini sudah biasa terjadi namun apa yang ada jika yang tak biasa terjadi kini sudah menjadi darah dan mendaging di tubuh para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tak perlu munafik dan tak perlu bungkam untuk sembunyikan hal yang dianggap tak layak dilakukan. Hukum pun tidak akan ada jika tak terjadi penyimpangan, apakah yang engkau maksud ini, pahlawan tanpa tanda jasa mengatas namakan jasanya diatas segalanya.



Dan saat siang terik sudah diatas kepala ternyata tak jarang engkau rasakan udara yang berhembus atasnya. Disini kami panas, disini kami menggigil kering hampir pecah sudah bibir kami. Bahkan kami tak pernah tau arti sebuah nilai yang selama ini engkau berikan pada kami, bagi kami nilai hanya segelintir buih-buih yang berceceran di benak kami dan akan hilang pada saat yang cepat. Tanpa kita sadari kami tak pernah mengenal nilai, kami sering abaikan akhlak demi nilai yang kami inginkan dari lihaian tanganmu. Mungkin lipatan-lipatan dan lembaran-lembaran kertas nilai berarti bagai kami, sampai kami tak mengenal akhlak. Apakah arti keberadaan kami jika pahlawan panutan kami tak mengenalkan kami akhlak, ingin sekali kami mengenal akhlak dengan niat kami namun, tak sanggup kami menggapainya. Sudah lama kami ingin mengenalnya namun harga nilai-nilai yang selalu engkau hadirkan dibenak kami membuat kami semakin terpaku atas nilai, kami semakin melupakan akhlak dan mengejar nilai yang sebenarnya hal itu hanya kesemuan belaka. Semu yang tak berarti dan akan hangus di sela-sela helak nafas jika kami sudah tak duduk di bangku-bangku itu.

SEKOLAH IMPIAN  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Haii Haii pagii readers... gimana kabar kamu di pagi yang cerah ini? semangaaat kan?? ayo awali pagimu dengan senyuman... SMILEEEEEE :-)

Emh, oke gue akan sedikit berbagi tentang impian gue. Pagi ini gue udah nyampe sekolahan. Kira-kira tadi nyampe jam 6an lah. Uuukh menyebalkan. Sekolah masih sepiii banget. Di kelas juga gak ada orang. Terus perut gue keroncongan, laper banget eh pas ke kantin makanan belum ada. Aseeeem banget dah. (Gue kan rajin, jadi selalu berangkat oagi dan gak pernah telat, rajin menabung, dan tidak sombong. Eh tapi jangan dikira gue ikut nyapu sekolah sama pak bon. hahaha)

Walaupun kondisinya saat ini seperti itu. Tapi gue juga seneng. Gue bisa menguasai kelas pagi-pagi dan ngeblog. hahaha. Well, kali ini gue punya impian. Mungkin agak aneh tapi realistis. hahaha. GUE PUNYA SEKOLAH IMPIAN. Impian itu adalah cita-cita. haha.

Gue pengen banget di Indonesia ini ada sekolah yang super duper perfect. Gue pengen sekolah di Indonesia itu gak monoton gitu-gitu aja. Perpustakaan digital sih oke, Ruang ICT oke juga, Sekolah ber-AC siip juga tuh dan semua itu udah ada. Tapi kenapa ya belum banyak sekolah yang punya sistem pembelajan terbuka dan menyatu dengan alam. Maksudnya nih gini, sekolah itu bukan cuma buat cari ilmu aja, tapi di sekolah di ajari juga pendidikan moral, pendidikan sosial di masyarakat, dan juga pendidikan tentang lingkungan. Nah, biasanya lebih banyak teori daripada praktek. Coba deh sekali-kali ajarin kita para pelajar ini untuk mengenal lingkungan kita, gak cuma tahu teorinya aja.

Asyiknya sekolah bisa bebas, lepas dari semua beban, sekolah yang enjoy, sekolah yang mengajarkan kita arti kehidupan, tentanf ilmu, tentang lingkungan, dan tentang semua yang ada di Indonesia. Sekolah alam sih udah ada, tapi kurang gimanaaa gitu.
Yang paling asik sih sekolah itu bisa nglakuin apa aja yang kita mau, bisa ngungkapin pendapat kita. Bagi gue, sekolah itu adalah semua bentuk pelampiasan kreativitas kita dengan keilmuan.

KENAPA SIH SEKARANG SEKOLAH TUH UDAH "BERUBAH" FUNGSI. Mulai dari dibuat ajang gensi. Sampai parahnya dibuat "cari uang". ups, soriii yah..

Okelah, itu dulu. Masa depan masih berlanjut. Yuk mari bangun SEKOLAH IMPIAN yang benar-benar INDONESIA.

Kenapa sih sekarang sekolajh udah "berubah" fungsi. Mulai dari buat ajang gengsi. Buat "korupsi" dan lebih parahnya lagi, kebanyakan sekolah sekarang ini di

Tantangan Itu Datang Lagi  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hari ini rasanya cepet banget yah. Kenapa ya kalau lagi weekend waktu cepat berlalu. Ah, terlalu menyebalkan.

Kebiasaan gue datang lagi. Gue males, gak fokus, dan tugas berantakan. Gara-garanya gue udah beberapa hari ini gak buat mind map (peta pikiran). Gue sering buat mind map biar apa aja yang gue lakuin terperinci dan jelas. Jadinya gue bisa fokus dan tau apa aja yang harus gue kerjain.

Selama ini cuma itu tantangan gue. Ngatur waktu dan fokus pada tugas-tugas gue. Cuma itu. Dan ini atu-satunya jalan gue untuk menaklukan tantangan itu. Gue buat Mind map. Ini dia Contohnya:



Ini ada juga contoh lagi



satu lagi yah:

Management Time  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hai readers. Gimana nih sambut hari esok? Harus semangat donk pastinya.

Emh, malam minggu kemaren gue tepar di kamar gak bisa bangun (capek maksudnya!). Gue rada sibuk akhir-akhir ini. Ah tugas menumpuk, majalah udah mau terbit, liputan kesana kemari, temen-temen banyak yang minta pesenan ini itu lah. Ahh, dan hingga akhirnya gue tepar di kamar. Jadi deh malam minggu kelabu yang mengharuskan gue untuk tetap stay di temoat tidur dan istirahat. Dari siang pulang sekolah sampai kira-kira jam 8 malem gue tidur. Habis itu bangun dan tetep deh dengan kebiasaan gue. Ngerjain tugas dan novel tengah malem. Gue suka bangun tengah malem buat ngerjain apapun itu. Karena di kesunyian malam ide-ide bermunculan. Hahahaha.

Rasanya kasian juga badan gue kalau tiap hari di forsir dan hampir gak kasih kesempatan buat istirahat. Udah gue ini kurus, jarang makan, gak doyan makan sayur, dan susah minum obat, ditambah lagi kegiatan banyak, dan banyak pikiran. Wah bisa tambah kecil and kurus nih gue. Hahaha.

Minggu pagi ini gue juga gak kemana-kemana. Gak ngapa-ngapain juga. Sakit semua nih badan. Kayaknya badan gue menuntut untuk istirahat selama weekend ini. Okelah gue turuti aja. Sebenarnya hari ini gue ada tugas liputan di GOR Jayabaya Kediri. Ada pertandingan futsal. tapi berhubung gue lagi gak fit. Gue pilih istirahat aja dan digantiin sama temen gue. Gue cuma posting beritanya aja di blog sekolah gue.

Nah, itu tadi cerita weekend gue minggu ini. Cukup menyakitkan yah, hahaha. Itu tadi akibat dari terlalu memforsir tenaga. Biar loe gak kayak gue, nih gue bagi tips yang semoga bermanfaat:

1. Buat catatan kecil lengkap dengan deadline-nya buat nyatet tugas2 loe
2. Usahakan kerjakan tugas itu 2 hari sebelum deadline.
3. Jangan menunda. Kalau loe menunda-nunda nanti gak jadi ngerjain dan hasil akhirnya gak maksimal.
4. Konsisten. Kalo loe udah ngerjain satu tugas, selesain sampai tuntas. Jangan beralih ke tugas yang lain.
5. Jangan lupa makan. Kalau udah ngerjain tugas biasanya pada lupa makan. Pikiran dan tubuh loe juga perlu nutrisi. so, jangan lupa makan dan kalau perlu minum vitamin.

Yaps, itu tadi tips dari gue. Gue harap loe tambah sukses dan selalu mewarnai cerita di dunia ini. Hahaha. Apapun yang loe lakuin pasti ada manfaatnya buat masa depan loe. Kalo loe ikhlas dan sungguh-sungguh pasti akan dapet hasil yang terbaik. Kuncinya cuma usaha dan jaga kesehatan. Lalu biarkan doamu yang menuntunmu menuju jalanmu. Keep smile!

Sebuah Pengabdian dan Mimpi  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

"Bukanlah dikatakan seorang pemuda inilah AYAHKU. Tapi, baru dikatakan seorang pemuda inilah AKU."
-Bima Mahardika Satria. Announcer-


Kata-kata itulah yang tercermin dari seseorang yang begitu bersemangat tanpa kenal putus asa ketika mengejar mimpinya. Kata-kata itu yang gue denger Rabu, 5 Januari 2011. Gue inget persis waktu itu sahabat gue, Bima Mahardika yang nulis kata-kata itu pas gue lagi ikutan sekolah siaran di salah satu radio. Dari situlah gue mulai bangkit dan gue mulai bisa share, dapet motivasi or dukungan dan sebagainya.

Gue deket banget sama Bima Mahardika. Bisa dibilang udah kayak adek dan kakak. Gue salut banget sama dia. Lewat cerita-cerita dia, gue bisa bangkit. Semangat lagi. Sering banget gue and dia cerita-cerita soal kehidupannya, kehidupan gue. Gue salut sama 'kakak' gue itu. Udah dari SMA dia merantau ke Kediri dan cari uang sendiri. Akhirnya dia sukses dengan berbagai cita-cita yang dia miliki. Bagi gue, dia adalah sosok yang slalu gue inget dan slalu jadi support dan panutan gue #selain orang tua.

Dan, dia telah membuktikan kata-katanya itu "bukanlah dikatakan seorang pemuda inilah AYAHKU. Tapi baru dikatakan seorang pemuda INILAH AKU.". Suatu saat gue janji akan jadi lebih baik dan jadi apa yang gue cita-citakan dan orang harapkan.

"Kebahagiaan yang hakiki bukanlah karena uang atau materi tapi karena usaha dan mimpi yang tak pernah henti menghiasi hari."(farah)

Not Everything But Meaningful (Part 2)  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Pas gue kelas 5 SD gue punya cita-cita yang ketiga. Yaitu atlet lari. Gue gak tahu kenapa gue pengen jadi atlet lari. Gue tertarik aja pas ngeliat atlet lari lagi latihan gitu. Dan setelah kejadian itu. Setiap hari gue selalu bangun jam setengah lima pagi dan lari-lari pagi sekitar 7 kilometer an deh kayaknya. Butuh waktu sekitar dua jam buat lari pagi dan istirahat. Habis itu gue langsung mandi dan berangkat sekolah. Hal itu Cuma gue lakuin selama 2 tahun. Setelah itu gue gak pernah lari pagi lagi soalnya sekolah gue jauh dan gue harus bangun pagi biar gak telat. Dan akhirnya gue memutuskan untuk tiak meneruskan cita-cita itu karena menurut gue terlalu berat dan gue juga udah capek deh kayaknya.


Disaat gue udah MTS (setara SMP) gue pengen jadi penulis buku. Gue tertarik banget jadi penulis soalnya gue bisa berbagi cerita sama semua orang lewat tulisan-tulisan gue. Gue bisa cerita apa aja yang ada di pikiran gue lewat tulisan gue. Dan gue juga sering banget nulis di diary soal kehidupan gue. Berawal dari diary, gue jadi pengen mewujudkan cita-cita gue untuk menulis sebuah buku. Semangat gue bertambah ketika buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata muncul. Gue jadi pengen kayak Andrea Hirata. Menjadi penulis hebat. Alhamdulillah sampai sekarang beberapa tulisan gue udah di muat di berbagai media, dan sekarang gue sedang ngurusin blog gue ini. www.bintangkedjora18.blogspot.com. Gue juga tergabung di komunitas jurnalis di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut gue itu membantu gue untuk mewujudkan mimpi gue jadi penulis. Gue berharap, buku gue segera akan terbit dalam waktu yang udah gue tentukan.

Not Everything But Meaningful (Part 1)  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Waktu gue masih kecil. Gue punya banyak cita-cita. Mulai dari anak band sampai dokter. Dan gue selalu nulis apa cita-cita gue di sebuah buku. Hemh, karena banyaknya cita-cita. Gue jadi bingung pilih yang mana. Maklum, waktu itu gue masih kelas 4 SD dan namanya anak SD pasti lagi seneng-senengnya berimajinasi. Hahaha. Meskipun cita-cita gue belum sepenuhnya terwujud. Gue selalu berusaha mewujudkannya. Dan ini nih daftar cita-cita gue waktu kelas 4 SD.
1. Anak Band
2. Guru
3. Atlet
4. Presenter
5. Penyiar Radio
6. Penulis
7. Pengusaha
8. Dokter

Nah itu cita-cita gue waktu SD. Belum sepenuhnya gue wujudin cita-cita itu. Tapi gue udah berusaha sampai detik ini buat mewujudkan cita-cita itu. Cita-cita pertama gue jadi anak band. Karena cita-cita itu gue akhirnya ikut kursus ngeband sama adek gue. Adek gue ngedrum dan gue maen keyboard. Dikit-dikit gue bisa sih. Tapi gak bertaham lama. Gue akhirnya keluar karena gak betah. Dulu gue pikir ngeband itu asyik. Tapi ternyata biasa-biasa aja soalnya gue udah gak minat dan sering bolos kursus band.
Cita-cita kedua gue adalah jadi guru. Kenapa jadi guru? Menurut gue kayaknya mulia banget cita-cita itu. Bisa berbagi ilmu sama orang lain. Istilahnya bagi gue, jadi guru itu mengantarkan dan menunjukkan seseorang ke gerbang kesuksesan. Hahaha. Waktu itu gue pengen jadi guru Bahasa Indonesia. Meskipun cita-cita itu belum terwujud. Gue udah berusaha melatih komunikasi dengan orang. Karena guru yang baik harus komunikatif. Jadi mutlak diperlukan komunikasi yang baik.

Mimpi Kambing Betina  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Setelah gue selesai nulis cerita soal “Manusia Kepala Tikus’’ tiba-tiba mood hati gue pengen banget maen game. Tapi sayangnya baru beberapa main game, mata gue sakit dan kepala gue pusing #mungkin karena mata lelah, terlalu lama di depan laptop. Akhirnya gue putuskan untuk mandi. Dan di kamar mandi gue diem sebentar. Gue mikir sesuatu yang aneh tapi bisa jadi nyata #readers jangan berpikiran negatif dulu. Hahhaa…
Sebulan yang lalu gue pergi ke Gramedia. Gue beli bukunya bang Raditya Dika yang Kambing Jantan (versi komik 2) dan Marmut Merah Jambu. Sebenarnya niat gue beli Kabing Jantan yang catatan harian tapi habis. Yaudah deh. Emang nasib lagi gak beruntung. Gue juga mikir. Gue kok aneh banget ya?. Buku Kambing Jantan kan udah terbit beberapa tahun yang lalu dan filmnya pun udah dirilis sekitar 2 tahun yang lalu. Tapi kenapa ya gue baru menyadari kalo film dan bukunya bang Raditya Dika menarik, bagus, dan patut untuk dilihat dan dibaca #baik dibaca oleh orang yang lagi stres. Jika stres berlanjut hubungi Rumah Sakit Jiwa. Hahaha...
Well, balik ke masalah pikiran gue pas lagi di kamar mandi. Hemh, gue mikirin bukunya bang Raditya Dika terus. #entah kenapa gue gak bisa mandi, sampe kadang gak bisa tidur mikirin bang Raditya Dika. Salah satu penulis yang gue idolakan saat ini selain Andrea Hirata. Hahaha. Di kamar mandi itu gue tetep diem aja mikirin judul bukunya bang Raditya Dika. Kan di buku itu judulnya
“Kambing Jantan,
Catatan Harian Pelajar Bodoh
Oleh : Raditya Dika”
Tokoh Utama : Kambing-Kebo

Nah tiba-tiba, pikiran gue berkata lain! Apakah itu? Penasaran? Sabar! Anda dimohon sabar karena sebentar lagi Anda akan tahu jawabannya. Hahaha. Gue pengen banget punya buku yang judulnya

“Kambing Betina
Catatan Harian Pelajar Pintar
Oleh : Farah Adiba Nailul Muna
Tokoh Utama : Marmut-Semut”

Hahaha. Bukankah itu sebuah ide yang gila dan pantas untuk direalisasikan sebagai pelengkap buku bang Raditya Dika? Hahahhaa… Kalo readers nanya ke gue, kenapa kamu nulis judul buku yang hampir sama dengan bang Raditya Dika? Jawaban gue cuma satu: “Gue gak tahu jawabannya soalnya ide itu muncul begitu aja dan tanpa terduga sebelumnya. Anehnya, gue jadi kecanduan baca blog dan ngikuti perkembangannya bang Raditya Dika di blog maupun buku-bukunya.
Selesai gue mandi. Gue langsung sms sahabat gue yang pertama kali ngasih film Kambing Jantan ke Gue. Gue sms tentang apa yang gue pikirin di kamar mandi
Gue : “Prim, aku pengen terbitin buku yang judulnya
Kambing Betina
Catatan Harian Pelajar Pintar
Oleh : Farah Adiba Nailul Muna
Tokoh Utama : Marmut-Semut
Hahaha”
Prima : “Udah cepetan komunikasi sama Raditya Dika sana.”
Gue : “Hah?? Gilaa kali tapii seru kan. Ntar namanya di ganti marmut-semut-bukan kambing-kebo lagi. Hahahaha.’’
Prima : “Wkwkkwk, apik2. Tapi podo mut e. Semut, Marmut.”
Gue : “Gak apa-apa. Malah bagus itu! Berarti itu jodoh. Hahaha.”
Prima : “Hahaha. Ada-ada aja kamu ini. Gila!’’
Semoga semua ide gila gue tersebut bisa terwujud. Hahaha. Doakan ya readers semoga bisa terwujud dan melengkapi kegilaan bang Raditya Dika. (farah)

HARGAI YANG KAMU MILIKI, BERSYUKUR, DAN POSITIVE THINGKING!  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Pada hakikatnya manusia di ciptakan untuk mendapatkan yang terbaik yang telah dipilihkan Tuhan. Namun, tak semudah memetik daun jika ingin mendapatkan kebaikan. Usaha adalah kunci utama. Syukur adalah jalan emas mendapat yang lebih baik. Maka dari itu bersyukurlah atas nikmat yang diberikan Allah, berbaik sangka akan memudahkan jalanmu, dan menghargai apa yang kamu miliki akan menjadikan hatimu kaya. Karena sesungguhnya tak ada sedikitpun nikmat yang diberikan Allah yang pantas dikufuri. Bersyukurlah.
Kekayaan yang sejati adalah kekayaan hati. Bukan apa yang kita miliki tapi apa adanya kita. Bukan seberapa banyak harta kita. Tapi seberapa syukur kita atas nikmat Allah. Mungkin kalimat itu mampu menggambarkan betapa banyak nikmat yang harus kita syukuri. Makan dan minumpun adalah nikmat Allah yang harus kita syukuri. Ucapan ‘Alhamdulillahirabbilalamiin’ sudah mampu mewakilkan syukur kita. Betapa sia-sia apa yang kita kerjakan tanpa syukur yang kita ucapkan.
Kemarin (7/7/2011) pukul 19.30 gue pergi beli buku di gramedia. Gue lewat jalan Ahmad Yani. Gue liat ada kakek-nenek makan di pinggir jalan. Air mat ague langsung netes gitu aja. Ya Allah, kasian banget mereka. Gak tega gue ngeliatnya. Berbagai pertanyaan pun muncul mulai dari dimana mereka tidur sampe gimana anak mereka. Semoga aja mereka dapat yang terbaik.
Sampe lampu merah, gue juga ngeliat ada ibu-ibu gendong anak cowok gemuk banget sama anak cewek kira-kira umurnya 12 tahunan lah. Gila anaknya yang cowok gemuk banget dan ternyata anaknya lumpuh. Gak bisa ngebayangin gimana capeknya gendong anaknya yang gemuk itu. Ya Allah kenapa masih banyak orang yang seperti ini. Gue gak tega ngeliatnya. Gue kasih beberapa lembar uang dan gue pergi. Gue berharap gak akan pernah ada di posisi mereka bukan karena gue sombong Cuma gue gak mau ada di posisi mereka biar gue bisa bantuin mereka. Gue berharap ada orang yang mau bantu dan masih peduli sama mereka. Semoga hidup mereka lebih baik. Kaya miskin tak ada bedanya. Semua sama di hadapan Allah. Yang membedakan adalah amalannya.

Dilema Pendidikan  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Malem readers... Gimana kabar kamu hari ini? Moga aja semakin baik dan sukses. Well, kali ini gue pengen cerita soal sekolah gue. Moga aja ada hikmah yang bisa readers ambil dari cerita ini.


Umur gue 16 Tahun bulan Februari kemarin. Sekarang gue kelas 1 SMA di SMAN 3 Kediri. Dari tanggal 28 Mei kemarin sekolah gue udah ngadain ujian sekolah. Dan anehnya, gue santai-santai aja tuh ngadepin ujian ini. Gak kayak temen-temen gue yang lain yang pada ribet sendiri buat belajar kesana kemari. Gue belajar sih belajar tapi gak serius serius banget. Les di luar jam sekolah juga iya sih, tapi kalo lagi mood aja masuk. Gak tau yah kenapa gue kayak gini. Gak ada mood buat seserius mereka. Sebenernya dalam hati kecil gue pengen banget bisa serius ngadepin ujian sekolah. Tapi, memang guenya aja kali yang gak bisa serius. Apa mungkin dari dulu udah tertanam di otak gue bahwa, "Gak selamanya sekolah bisa jadi jalan gue buat meraih mimpi gue. Sekolah itu penting. Penting banget. Tapi percuma gue sekolah kalo gue gak punya bakat dan otak yang 'menghasilkan' karya.".

Readers boleh aja punya anggapan yang berbeda dari gue. Tapi, menurut gue percuma kamu pinter tapi gak punya skill, gak punya bakat. So, gak usah ngotot kalo kamu pengen pinter and punya skill. Cukup dengan pahami diri kamu dan belajarlah dari orang dengan 3M : Melihat, Meniru, Menambahi.

Aneh yang kedua dari semua ini. Kemarin gue nonton bang Raditya Dika, Pandji, and Joshi di Provocativ Proactive. Pas kebetulan bahas soal pendidikan di Indonesia. Anggapan gue tadi tiba-tiba dibahas sama mereka. Dan para host ::> bang Dika, Panji, Joshi ditanya sama narasumber (gue lupa namanya) "Sekarang coba kalian pikir, apakah kalian ini sukses dengan pendidikan? Kalian ini sukses karena Mau berusaha, Mau kreatif dan Ada niat. Coba sekarang bayangkan apa kesuksesan kalian ini ada hubungannya dengan pelajaran di sekolah?". Bahkan kata si narasumber bahwa guru di Indonesia itu 2 kali lebih banyak dari negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika. Lalu kenapa kita masih tertinggal jauh?? Dan berdasarkan narasumber kedua yang pernah menempuh pendidikan di Amerika bilang kalau ::> "Di Amerika, guru hanya bertugas sebagai fasilitator. Guru seperti teman mereka. Murid-murid bebas mengatakan apapun aspirasi mereka. Bebas menyanggah, bebas memberi pendapat dan tidak ada batasan antara guru dan murid. Kalau di Indonesia, kadang-kadang kita mau tanya aja udah takut duluan. Mau nyanggah gurunya paling-paling dimarahin. Di Amerika pendidikan hanya formalitas aja."

Nah, berdasarkan cerita diatas gimana tanggapan readers nih?? Dan satu lagi, pendidikan jangan di ukur dengan gengsi. Misalnya kamu pengen masuk IPS tapi sama orang tua disuruh masuk IPA atau karena gengsi lah masuk IPS gak ada apa-apanya. Kesalahan terbesar kamu ada disitu kalau kamu cuma ukur pendidikan dari gengsi dan disuruh orang lain. Gak usah dipaksa deh kalau gak mampu. Jalani aja apa yang ada sekarang. Itu yang terbaik buat kamu. Inget! Hidup kamu bukan buat gengsi doank!!

Cerita ini cuma sekadar pendapat dan tanggapan sebagian orang ya readers. Jadi, boleh kok kamu punya pendapat lain. Kalau aku sih cenderung jalani aja apa yang ada. Gak mau ribet! Tapi ada saatnya kamu harus berlari sangat kencang ketika semangatmu tumbuh bangkitkan jiwamu yang haus akan ILMU.

Udah duluu ya readers... Yang mau kasih pendapat ya monggo!!

Warna-Warni Juni  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hay readers... Gak berasa udah bulan Juni aja niih... Waah sambut bulan Juni dengan senyuman dan kebahagian ya guys.

Berdasarkan cerita tmen2 gue nih lagi ada yg jatuh cinta, ada yg patah hati juga, ada yang lagi pusing mikir skolahan. Ada juga yang lagi seneng soalnya mau ulang tahun di bulan Juni. Waah baru awal bulan aja udah banyak warna di Bulan Juni ini.

Buat kamu yang lagi Jatuh Cinta selamat deh udah nemuin belahan jiwa yang baru. Tapi readers musti inget kalo lagi jatuh cinta gak boleh lupa diri. Maksudnya jangan sampai terlena soalnya kata pak Mario Teguh "Semakin kita mempercayainya (orang yg kita cinta) semakin besar pelukan dari kerugian yang kita terima." haha... gmana nih pendapat kamu readers?? kalo kata master magic kita Om Dedy Corbuzier "Jika anda hanya menggunakan insting, feeling, dan naluri tapi tanpa logika. Anda tak ada bedanya dengan seekor binatang." Nah jadi intinya kalo lagi jatuh cinta jangan terlalu percaya sama si dia. Percaya sih boleh tapi ada batesannya and harus sewajarnya nah jangan lupa gunakan LOGIKA. Gimanapun juga segala sesuatu harus dipikir pake LOGIKA. Buat kamu yang jatuh cinta, selamat menikmati... hahaha.


Buat kamu nih readers yang lagi patah hati. Gak usah sedih donk, gak usah manyun gitu. Mungkin si dia bukan yang terbaik buat kamu dan mungkin Allah akan kasih rencana lain dalam hidup kamu. Udah deh, jangan sedih terus jadiin itu pengalaman hidup kamu yang berharga. mungkin KENANGANMU KENANGANNYA TERLALU INDAH yaah?? yaudaah yaudaah Suatu saat ada yang lebih indah dari itu kok. Walaupun kamu patah hati masih ada keluarga kamu yang slalu ada buat kamu, yang slalu setia memberi kamu kasih sayang. Ada temen kamu juga yang slalu nemenin kamu maen. Ada adek kamu yang sering usil dan manja sama kamu. hahaha, Semua itu lebih indah dari seorang PACAR tau. hahaha.. bner gak readers??

Nah, kalo gue liat sekarang ini banyak banget anak yang males sekolah #sebenernya gue juga iya siih. hahaha. Gue slalu bertanya tanya kenapa akhir-akhir ini gue males, trus knapa temen-temen juga pada males. Mungkin readers ada yang males juga ya. Huuft, gak mau lagi ah gue mikir yang ribet-ribet. Yang gue mau skrg cuma balikin semangat sekolah gue demi masa depan gue nantinya. Gue cuma berharap, Tuhan tolong perbaiki kualitas hidupku, perbaiki jalan pikiranku, beri aku kebijaksanaan atas semua ini. hehehe. Gue pengen sekolah yang bener. dan satu hal yangbuat gue masih bertahan dengan semua ini, dengan sekolah gue adalah :::> GUE MASIH PUNYA MIMPI, CITA CITA, HARAPAN BUAT MASA DEPAN GUE DAN GUE JUGA MASIH SAYANG ORANG TUA GUE KARNA GUE PUNYA MIMPI! Gue udah bersyukur banget bisa sekolah daripada mereka yang kurang beruntung. Well, Intinya adalah. Sekolah dimanapun, Situasi apapun, bagaimana kualitas sekolah itu, dan apa yang terjadi di sekolah itu. Kamu musti BERSYUKUR. Karna kamu masih diberi kesempatan untuk mendapatkan ILMU yang bermanfaat. Sekali Lagi, semua kembali pada dirimu sendiri, bagaimana kamu mengatur semua yang terjadi.



Hmmh. Semoga Bulan Juni kamu semua readers penuh warna, penuh semangat, dan tentunya jangan lupa JADILAH YANG TERBAIK DIMANAPUN KAMU BERADA. Sukses Selalu... Danke!!

Pembodohan Dini Terhadap Pelajar  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Hy guys… musim ujian udah tiba nih. Apa yang kamu lakuin buat ngadepin ujian semester ini? Belajar yang giat kali yah. Hmmh, so pasti, gak boleh dilupakan tuh. Berdoa tentunya juga gak ketinggalan jadi ritual penting menghadapi ujian.

Hmmh, ngomong-ngomong soal ujian nih. Pasti gak akan ketinggalan kata mencontek. Yap, betul banget. Kata yang udah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Yuhuuu… ada gak ya orang yang gak pernah mencontek?? Mungkin ada siih tapi gak sebanyak yang mencontek. Gue sendiri sebenernya juga sering nyontek siih. Kalo otak udah mentok dan gak bisa berpikir dengan jernih gak ada lagi yang gue lakuin selain mencontek. Hehehehe…

Gue bukan orang yang terlalu menolak terjadinya contekan tapi perlu readers ketahui ya, mencontek itu merupakan salah satu cara membodohi teman yang paling baik dan bekerja dengan cepat. Nah itu kata guru SMP gue. Dan gue sendiri sekarang juga udah agak menjauhi perilaku mencontek. (kalau gak kepepet sih.hehehe.) Soalnya gue masih sayang sama temen gue dan gue sendiri juga pengen tambah pinter donk. Lagipula gue juga lebih bangga dengan hasil kerja atau PR gue. Dan gue ngerasa gak terbebani harus balas budi ke orang yang udah gue contek tadi. Semua pasti akan lebih bermakna dan bikin readers bangga dengan hasil jerih payah sendiri. Nah, kalau readers masih sayang sobat kamu so jangan kasih contekan ke dia tapi ajari dia biar bisa dia bisa. Itung-itung bagi ilmu gitu. Pesen gue satu lagi, kalau pengen dapat hasil yang maksimal ya udah belajar aja yang rajin yaah. Orang tua kamu pasti bangga dan ujung-ujungnya uang saku kamu bakal ditambahin. Hahahahaha. Oke deh sampe sini dulu ya tulisan gue. Keyboard komputer lagi error nih gak bisa diajak kompromi. See you guys. (farah)

Menolong Dengan Ide Sampai Sekolah Dibayar Sampah  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan bangsa Indonesia yang tertulis pada pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea 4. Itu berarti melalui pendidikanlah bangsa Indonesia dapat mencapainya. Pendidikan dapat menjadi tolak ukur apakah bangsa itu maju atau tidak. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang ini kondisi pendidikan di Indonesia masih belum terlaksana secara maksimal. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1. Kurangnya fasilitas yang memadai
2. Semakin mahalnya biaya pendidikan setiap tahunnya
3. Juga karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan

Jika hal itu terus dibiarkan, bagaimana dengan nasib bangsa ini? Akankah angka putus sekolah terus meningkat dan teman-teman kita harus belajar dengan fasilitas yang serba terbatas?. Itu tidak akan terjadi jika kita melakukan tindakan untuk menolong mereka. Karena kita tercipta sebagai makhluk sosial yang harus saling tolong menolong.
Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Sebab manusia tercipta sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain yang membutuhkan bantuan kita begitupun sebaliknya. Kita juga dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar saudara, atau dengan siapapun. Tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap manusia. Jadi, jangan remehkan perilaku tolong menolong karena dengan tolong menolong sama saja dengan kita menolong diri sendiri.

Untuk menolong teman-teman kita yang kurang beruntung agar dapat bersekolah lagi, Tupperware Indonesia mengadakan program “Tupperware Children Helping Children 2010”. Program yang sangat menarik dan patut dihargai serta memberikan banyak manfaat bagi kita semua, khususnya teman-teman kita yang kurang beruntung agar dapat bersekolah lagi. Adanya program ini dapat membantu teman-teman kita yang kurang beruntung karena setiap lembar karangan yang dikirimkan akan dihargai sebesar Rp 10.000 untuk disumbangakan ke Sanggar Anak Akar Jakarta. Program ini juga memberikan kesempatan bagi kami para remaja untuk mengasah kreatifitas membuat karangan yang bertema “Ceritakan yang kamu lakukan untuk menolong temanmu yang kurang beruntung”. Dan yang akan saya lakukan untuk menolong teman saya yang kurang beruntung adalah:

1. Mensosialisasikan Pentingnya Pendidikan
Kurangnya sosialisasi tentang pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu membuat saya ingin melakukannya agar masyarakat terutama orang tua dan anak lebih sadar akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

2. Perhatian dengan Dukungan
Dengan cara memberi dukungan baik secara lisan atau tertulis akan menggugah semangat mereka agar mereka bersemangat untuk bersekolah lagi.

3. Memberi Sumbangan
Seperti yang pernah saya lakukan bersama teman-teman agar menyumbangkan sebagian uang saku kami untuk menolong seorang anak agar dapat sembuh dari sakit yang dideritanya. Dengan cara menyisihkan sebagian uang saku kita untuk di sumbangkan ke sebuah lembaga sosial atau instansi tertentu akan dapat membantu biaya teman-teman kita agar dapat bersekolah lagi.

4. Perpustakaan
Saya bercita-cita ingin membuat perpustakaan sendiri di rumah. Hal itu juga bisa di lakukan untuk menolong teman-teman yang kurang beruntung agar anak-anak gemar membaca dan pengetahuannya bertambah.

5. Rumah Singgah
Keempat hal tersebut di atas akan terlaksana dengan baik jika kita memberikan sebuah tempat untuk berbagi seperti rumah singgah. Namun, tidak banyak dijumpai keberadaan rumah singgah. Padahal rumah singgah dapat digunakan untuk bersosialisasi, memberikan dukungan, memberikan sumbangan, dan membuat perpustakaan untuk anak-anak. Agar setidaknya mereka mendapat ilmu yang sama dengan anak-anak pada umumnya.

6. Biaya Sekolah Dibayar Sampah
Berdasarkan artikel yang saya baca di Koran Pendidikan, Senin, 6 Oktober 2008. Ada sebuah artikel yang menurut saya cukup unik yaitu “Biaya Sekolah Dibayar Sampah”. Mungkin kita berpikir itu tidak mungkin terjadi pada era globalisasi saat ini tapi hal itu memang benar-benar terjadi di Kec. Lawang, Kab. Malang, Jawa Timur. Ada salah satu sekolah disana yang mengganti biaya pendidikan dengan sampah plastik bekas air minum kemasan. Hal itu berlaku bagi siswa jurusan Kimia program studi daur ulang, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Botol-botol atau gelas plastik itu ditimbang dan dihargai oleh sekolah sebesar Rp 6.000 per kilogram. Itulah pengganti biaya sekolah bagi siswa yang bersangkutan. Sesampai di sekolah, sampah plastik tersebut diolah dengan mesin pencacah plastik yang dilakukan bersama-sama siswa jurusan daur ulang, sehingga siswa tahu dan mampu cara mengolah sampah plastik. Hasil olahan yang merupakan bahan setengah jadi itu, selanjutnya disetor kembali ke pabrik plastik di Lawang untuk diolah lagi.

Nah, keenam hal diatas itulah yang akan saya lakukan untuk membantu teman-teman saya yang kurang beruntung. Semoga semua itu dapat terlaksana dan bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Tupperware Indonesia dapat membantu mewujudkan mimpi anak Indonesia dengan memberikan wadah dan kesempatan untuk berkreasi. Agar bakat anak-anak Indonesia tidak terabaikan hanya karena tidak mendapat perhatian dan fasilitas yang kurang memadai. Menolong tidak harus dengan harta, bisa dengan tenaga, pikiran atau ide, bahkan dengan doa sekalipun asalkan kita ikhlas melakukannya. Mari kita tolong menolong.

Biaya Sekolah Dibayar Sampah  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

::: Ini adalah artikel yang saya ambil dari KOran Pendidikan pada Senin, 6 Oktober 2008 09:11:49 - oleh : redaksi :::


LAWANG- Kondisi perekonomian keluarga yang kurang beruntung, bukan alasan untuk tidak mengenyam pendidikan. Begitulah yang terjadi di SMK PGRI Lawang, dengan menerapkan sebuah terobosan kebijakan yang unik. Bagi siswa tak mampu yang kesulitan membayar biaya sekolah, bisa membayar pakai sampah. Hanya saja, bukan sembarang sampah, melainkan sampah plastik bekas air minum kemasan.
Kebijakan ini setidaknya berlaku bagi siswa jurusan Kimia program studi daur ulang, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Di SMK PGRI Lawang, kebetulan memang mayoritas siswa berasal dari masyarakat kurang mampu yang tinggal di wilayah pinggiran.
‘’Yang jelas, proses belajar mengajar tidak boleh terhenti gara-gara tidak punya biaya untuk bayar sekolah. Karena itulah kami punya inovasi seperti ini,’’ tutur Lukman Hidayat SPd, waka humas.
‘Sekolah mbayar sampah’ tersebut, teknisnya adalah para siswa menyetorkan sampah botol atau gelas plastik bekas air minum kemasan. Botol-botol atau gelas plastik itu ditimbang di sekolah, dan dihargai oleh sekolah Rp 6000 per kilogram. Itulah pengganti biaya sekolah bagi siswa yang bersangkutan. Jika setoran sampah melebihi biaya yang dibutuhkan, sekolah tetap fair dengan membayar kelebihan itu kepada para penyetornya.
Menurut Lukman, selain untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat tentang biaya sekolah, program ini juga bertujuan melatih siswa untuk bisa mandiri dan berwirausaha sembari masih sekolah. ‘’Karena SMK kan mendidik siswa untuk terampil dan siap kerja,’’ katanya.
Ditekankan, program ini bukan melatih anak-anak untuk menjadi pemulung, tetapi siswa dapat melakukan dengan cara menjadi pengepul atau penampung dari masyarakat yang memiliki sampah botol atau gelas plastik. Setelah terkumpul banyak, baru disetor ke sekolah.
Sesampai di sekolah, sampah plastik tersebut diolah dengan mesin pencacah plastik yang dilakukan bersama-sama siswa jurusan daur ulang, sehingga siswa tahu dan mampu cara mengolah sampah plastik. Hasil olahan yang merupakan bahan setengah jadi itu, selanjutnya disetor kembali ke pabrik plastik di Lawang yang selama ini menjalin kemitraan dengan SMK PGRI Lawang.
‘’Harapannya, setelah lulus nanti siswa dapat bekerja atau bisa berwirausaha yang ada kaitannya dengan teknik kimia daur ulang plastik,’’ kata Lukman. Ke depan, program ini juga berlaku untuk masyarakat umum. Selain didukung oleh PT Tri Surya Plastik, program ini juga bekerja sama dengan pemerintah kecamatan setempat. sup-KP

TAHUN BARU SEMANGAT BARU  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Kemeriahan malam tahun baru membuat kita harus tetap berusaha untuk menjadikan tahun 2010 lebih baik dari tahun 2009. Kemeriahan tahun baru itulah yang menjadi tolak ukur bagi kita dalam menjalani kehidupan di tahun 2010. Karena kemeriahan tahun baru harus sebanding dengan apa yang kita lakukan nanti.

Untuk memulai yang meriah tersebut, ramalan – ramalan yang beredar di Tv, radio, atau beberapa surat kabar bisa menjadi acuan dan motivasi untuk menjalani tahun 2010. Jangan hanya monoton tanpa perubahan yang lebih baik, berusahalah untuk menjadi yang lebih baik pada tahun 2010 karena itu menentukan masa depan kita. Tetapi harus kita ingat. Hal-hal yang positiflah yang harus kita lakukan. Tentunya hilang kan hal-hal buruk ditahun 2009 dan mulailah untuk menjadi yang lebih baik di tahun 2010.

Tahun 2009 harusnya kita jadikan bahan renungan dan introspeksi bagi diri kita masing-masing. Tentunya jangan berpikir bahwa menengok kebelakang berarti membangkitkan sesuatu yang buruk di masa lalu. Tetapi berpikirlah bahwa kita menengok kebelakang untuk renungan dan instrospeksi diri untuk menjadikan masa depan yang lebih baik.

Kita harus menjalani semua halangan dan rintangan yang akan terjadi di tahun 2010 dengan semangat tahun baru. Karena awal yang meriah harus diakhiri akhir yang meriah pula. Ada beberapa hal yang bisa membuat hari-hari yang kita jalani lebih bermanfaat dan tentunya meriah seperti awal tahun baru;
1. Awalilah hari dengan niat bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih cemerlang dari hari ini.
2. Bertekatlah bahwa semua mimpi-mimpi kita yang belum terwujud pada tahun kemarin akan terlaksanakan pada tahun 2010.
3. Buatlah perencanaan yang matang untuk hari-hari yang akan kita jalani. Karena segala sesuatu yang ada harus direncanakan dengan baik agar hasilnya maksimal dan memuaskan.
4. Bermimpilah yang tinggi, karena dengan kita bermimpi maka kita akan berusaha untuk mengejar mimpi tersebut.
5. Berusahalah bersikap lebih dewasa dengan cara berusaha semampu mungkin menjadi yang terbaik untuk kedua orang tua. Jangan hanya meminta dan menuntut saja. Tapi beri mereka bukti bahwa kita mampu membahagiakan mereka.
Karena itu, kita sebagai remaja penerus bangsa maka sebaiknya mulailah tahun baru ini sebagai awal dari kesuksesan esok. Talk less do more. (farah)

Peranan Teman Terhadap Perilaku Remaja  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

“Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan suci/fitroh, maka kedua orang tualah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusy…” (H.R. Muttafakun ‘Alaih)

Sesuai hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang anak yang baru lahir itu masih dalam keadaan yang suci. Dan yang menjadikan anak itu ke masa depan yang cerah atau tidak adalah orang tua dan anak itu sendiri. Sejak lahir dari rahim ibu, pendidikan agama sudah melekat pada diri kita Saat kita lahir di dunia ini sebagai muslim dan muslimah kita telah mendengar adzan dan syahadat dari orang tua kita. Itu merupakan salah satu bentuk pengenalan dan penanaman agama pada diri kita sejak dini.
Tapi tidak mudah bagi kita untuk bisa menjaga moral dan tingkah laku sesuai agama yang kita anut, karena terkadang kita menuruti hawa nafsu. Terutama saat kita sedang dalam masa remaja. Pada masa remaja ini sangat rawan sekali anak terjebak dalam pergaulan bebas. Karena pada masa remaja kita cenderung ingin mencoba hal-hal baru yang belum pernah kita alami sebelumnya. Kita mencoba hal-hal baru yang positif dan bermanfaat bagi kita dan masa depan. Dalam memilih teman kita tidak boleh sembarangan. Tak ada salahnya kita berteman dengan siapa saja. Tapi ingat, kita harus bisa menjaga diri dan membatasi.Jangan sampai salah pergaulan. Karena teman juga berpengaruh besar terhadap tingkah laku sehari-hari kita. Bagaimana tidak. teman adalah orang yang sering menghabiskan banyak waktu bersama kita. Contoh-contoh perilaku negatif remaja akibat salahnya memilih teman adalah ;
1. Berbohong
2. Malas
3. Merokok
4. Tidak sopan baik dalam perkataan maupun perbuatan.
5. Saling menghina
6. Menggunakan obat terlarang.
7. Suka kepada minuman keras
8. Mencuri
9. Pergaulan bebas di antara remaja
10. Berkelahi

“Keridhoan Allah terletak pada keridhoan kedua orang tua, dan kemurkaan Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua.”(H.R. Tabrani)

Pergaulan itulah yang akan membuat para remaja terperangkap dalam kenakalan remaja. Saat ini salah satu kenakalan remaja yang membuat generasi muda rusak adalah narkoba.
Narkoba adalah zat kimiawi yang mampu mengubah pikiran, perasaan, fungsi, mental dan perilaku seseorang. Narkoba merupakan kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkoba juga sering disebut dengan sebutan NAZA.
Narkobalah salah satu kendala para remaja dalam melakukan kewajiban sebagaimana mestinya. Jika sudah terperangkap dalam narkoba, kemungkinan terjangkit virus HIV/AIDS itu sangat besar, kurang lebih mencapai 80%. Kalau begitu siapa generasi penerus bangsa yang akan memimpin bangsa ini mendatang?. Jadi, kita sebagai remaja harus bisa memilah dan memilih mana yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai remaja pada umumnya yang tentunya tidak menyalahi norma-norma yang berlaku, khususnya norma agama.
Sehingga kita menjadi seseorang yang mampu meraih masa depan yang gemilang dengan berpegang teguh pada agama.
Nah, kita sebagai remaja juga harus lebih memahami akhlaq dan agama. KIta juga berkewajiban untuk mematuhi semua perintah orang tua agar tidak terjadi pergaulan yang salah.
Ciri-ciri teman yang baik adalah :
1. Mau berteman dalam suka maupun duka.
2. Carilah teman yang bisa membuat kita menunjukkan jalan yang baik dan benar.
3. Bila kita terlanjur berbuat hal yang buruk, dia mau menasihati
4. Carilah seorang teman yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah.
5. Pilihlah teman yang bisa membimbing kita ke jalan yang benar
6. Bisa saling mengingatkan satu sama lain.
Itulah beberapa ciri teman yang baik. Semoga dengan ini kita bisa menjadi remaja yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Apalagi kita adalah siswa UKS yang sudah semestinya menjalankan kehidupan ini sesuai dengan tria UKS. Serta diiringi dengan ridha Tuhan YME. Amien. . .Prestasi yes!! Narkoba no!!.

Rejeki Datang Menjelang Ramadan  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Datangnya bulan suci Ramadan tahun ini disambut meriah oleh sebagian besar umat Islam dikalangan kota Kediri. Khususnya para pedagang yang pastinya akan kebanjiran rejeki extra di bulan Ramadan. Hal ini disebabkan oleh tradisi masyarakat yang selalu konsumtif saat Ramadan. Baik itu pedagang makanan, pakaian, atau barang-barang kebutuhan yang lain.
Pasar-pasar, mall, ataupun kawasan pertokoan selalu ramai diserbu pengunjung. Keadaan ini menyebabkan harga-harga beberapa barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan, karena permintaan konsumen juga melambung tinggi. Walaupun demikian, hal ini tidak menyebabkan surutnya minat dan semangat para pedagang takjil untuk menggelar dagangannya selama bulan Ramadan. Pedagang-pedagang takjil dadakan ini tersebar di beberapa wilayah Kota Kediri. Yang paling ramai dan padat dikunjungi adalah memanjang dimulai dari kawasan stadion Brawijaya hingga kawasan Pertokan di Jalan Hayam Wuruk.
Pedagang-pedagang takjil ini hanya berjualan selama bulan Ramadan saja. Dan yang dijual adalah berbagai jenis makanan dan minuman ataupun camilan beraneka ragam. Fenomena ini dapat dijadikan pilihan bagi para komuers untuk mengabiskan waktu menjelang berbuka!! Nah, biar lebih afdholnya, para komuers wajib mencoba masakan para pedagang takjil di sekitar Jalan Hayam Wuruk itu.(kik)

The Alcemist  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

“The Alchemis” mungkin masing sangat asing di telinga kita. Tapi, bagi para kutu buku pasti “The Alchemist” udah gak asing lagi dong? Yupz, “The Alchemist” adalah buku karangan Paulo Coelho yang bercerita tentang perjalanan seorang anak dalam mengejar mimpi dan mencari harta karun yang berada sangat jauh dari negaranya. Paulo Coelho lahir di Brazil tanggal 24 Agustus 1947. Ayahnya adalah seorang insinyur dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Cita-citanya menjadi seorang penulis terhalang oleh permintaan orang tuanya yang akhirnya memaksa Paulo Coelho bersekolah di jurusan hukum. Beberapa tahun kemudian, dia meninggalkan sekolah hukum dan bekerja lagi menjadi seorang penulis buku dan lagu. Buku-buku Paulo Coelho kini telah banyak yang beredar, di antaranya adalah “The Alchemist”.

The Alchemist adalah sebuah novel yang menarik dengan semburan optimisme seorang anak yang berjuang keras untuk mewujudkan mimpinya menjadi nyata. Novel yang bercerita tentang kisah Santiago, seorang anak laki-laki yang telah bermimpi dan keberanian untuk mengikutinya. Setelah mendengarkan "tanda-tanda”, Santiago melakukan perjalanan eksplorasi. Ia mencari harta terpendam di dekat pyramids di Mesir. Ia rela menjual seluruh domba-dombanya untuk biaya berkelana mencari harta karun di Mesir. Ketika ia memutuskan untuk pergi, ayahnya hanya menasihati bahwa "Berjalanlah di dunia sampai anda melihat bahwa kami adalah istana, dan perempuan yang paling indah". Dalam perjalanan, Santiago melihat kemegahan dunia, dan memenuhi segala macam orang-orang seperti raja dan alchemists. Namun, pada akhir novel, ia menemukan bahwa "harta terletak di mana hatimu berada", dan bahwa harta adalah perjalanan itu sendiri, Perjalanan yang dia buat, dan hikmat yang ia peroleh.

Selesai sudah deh cerita Santiago dan harta karun yang ia peroleh. So, buat kita-kita nih. Jangan pernah berhenti bermimpi dan jangan pernah putus asa menggapai mimpi. Satu kata untuk kita semua “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”. Jadi, kalau kalian lagi putus asa dan menyerah, inget aja perjalanan Santiago dalam menggapai mimpi. Jadikan pengalaman adalah sumber motivasi untuk kita.