Partisipasi DataPrint dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak henti-hentinya. Di tahun 2009, DataPrint pernah mengadakan program DataPrint Academy yang memberikan kesempatan kepada 30 orang pelajar SMA dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop selama lima hari di bidang kreatifitas dan entrepreneurship. Kemudian di tahun 2011, sebanyak 700 orang pelajar dan mahasiswa telah menerima beasiswa pendidikan dengan total ratusan juta rupiah. Para penerima beasiswa berasal dari Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Ponorogo, Kendari, Martapura, Dumai, Malang, dan lain-lain.
Tahun ini, DataPrint kembali membuka program beasiswa bagi 700 orang pelajar dan mahasiswa. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu di
http://beasiswadataprint.com/?page_id=73
Nah, sebelum daftar coba baca deh peraturan di http://beasiswadataprint.com/?page_id=2
Sedang merindukan masa-masa dimana bahagia itu selalu terukir, menghiasi setiap senyum yang mengembang. Yah, bisa dibilang ini adalah fase tersulit dalam hidup. Entah sudah kesekian kalinya aku keluhkan hal ini, tapi tetap saja keluhan itu tak pernah ada ujungnya. Keluhan tak berujung dari sebuah realita.
Ada kalanya manusia mengalami sebuah titik balik, masa kejenuhan, dan masa perubahan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Melampiaskan menjadi sebuah hal yang positif atau justru terjebak dengan hal yang negatif. Sama halnya dengan sebuah keluhan, berawal dari sebuah realita yang tak 'diharapkan' dan berujung penyesalan yang harus diterima. Penyesalan dan keluhan yang sebenarnya sama sekali tak berarti apa-apa.
Pada dasarnya, kita tau apa yg kita inginkan, apa yang orang lain inginkan dan apa yang pada akhirnya kita pilih. Namun seringkali kita tak menyadari baik atau buruknya sebuah pilihan itu. Dan karena itulah kerapkali keluhan muncul. Harus kuakui bahwa sebenarnya mengeluh salah dan tak ada gunanya. Sama artinya dengan tak mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita. Tapi, itulah manusia selalu mengedepankan ego tanpa memikirkan bagaimana dampaknya suatu saat nanti.
Setidaknya kini aku berhenti mengeluh dan mulai berpikir cerdas bagaimana menciptakan suasana yang mendamaikan dan membahagiakan. Melampiaskan semua masalah menjadi hal-hal positif yang dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Masih ada masa depan yang melambai padaku. SEMANGAT!!
Bangku Bangku yang Mulai Pudar- Sebuah Refleksi Diri
Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in Artikel Inspirasi dan MotivasiKehidupan tanpa pendidikan memang tak akan membenih indah namun jika pendidikan pun sudah diatas tanduk runcing tertiup angin pula, apa yang insan bisa lakukan. Tak banyak khalayak tau strategi kecil yang dimainkan dibalik layar, ada kalanya pula semua itu disembunyikan. Namun apa yang ada dibenak semua umat yang mempunyai mata hati yang mengenang seorang pahlawan dimata mereka adalah sosok yang benar-benar berjasa dan pelipur laranya jikalau pahlawan itu ternyata menggunting dibalik lipatan yang tak seharusnya mereka lakukan. Apalagi pahlawan dengan lebel tanpa tanda jasa, siapa sih yang tak mengerti ungkapan ini. Mungkin semua plosok dan sudut-sudut pun tak asing tentang ini semua.
Udara sudah terbiasa berhembus dari tekanan yang tinggi ke rendah bahkan air laut sudah terbiasa menguap saat matahari benar-benar memberikan panasnya sinar. Semua hal di bumi ini sudah biasa terjadi namun apa yang ada jika yang tak biasa terjadi kini sudah menjadi darah dan mendaging di tubuh para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tak perlu munafik dan tak perlu bungkam untuk sembunyikan hal yang dianggap tak layak dilakukan. Hukum pun tidak akan ada jika tak terjadi penyimpangan, apakah yang engkau maksud ini, pahlawan tanpa tanda jasa mengatas namakan jasanya diatas segalanya.
Dan saat siang terik sudah diatas kepala ternyata tak jarang engkau rasakan udara yang berhembus atasnya. Disini kami panas, disini kami menggigil kering hampir pecah sudah bibir kami. Bahkan kami tak pernah tau arti sebuah nilai yang selama ini engkau berikan pada kami, bagi kami nilai hanya segelintir buih-buih yang berceceran di benak kami dan akan hilang pada saat yang cepat. Tanpa kita sadari kami tak pernah mengenal nilai, kami sering abaikan akhlak demi nilai yang kami inginkan dari lihaian tanganmu. Mungkin lipatan-lipatan dan lembaran-lembaran kertas nilai berarti bagai kami, sampai kami tak mengenal akhlak. Apakah arti keberadaan kami jika pahlawan panutan kami tak mengenalkan kami akhlak, ingin sekali kami mengenal akhlak dengan niat kami namun, tak sanggup kami menggapainya. Sudah lama kami ingin mengenalnya namun harga nilai-nilai yang selalu engkau hadirkan dibenak kami membuat kami semakin terpaku atas nilai, kami semakin melupakan akhlak dan mengejar nilai yang sebenarnya hal itu hanya kesemuan belaka. Semu yang tak berarti dan akan hangus di sela-sela helak nafas jika kami sudah tak duduk di bangku-bangku itu.
Partisipasi DataPrint dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak henti-hentinya. Di tahun 2009, DataPrint pernah mengadakan program DataPrint Academy yang memberikan kesempatan kepada 30 orang pelajar SMA dari seluruh Indonesia untuk mengikuti workshop selama lima hari di bidang kreatifitas dan entrepreneurship. Kemudian di tahun 2011, sebanyak 700 orang pelajar dan mahasiswa telah menerima beasiswa pendidikan dengan total ratusan juta rupiah. Para penerima beasiswa berasal dari Pekanbaru, Bandung, Jakarta, Ponorogo, Kendari, Martapura, Dumai, Malang, dan lain-lain.
Tahun ini, DataPrint kembali membuka program beasiswa bagi 700 orang pelajar dan mahasiswa. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint. Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu di
http://beasiswadataprint.com/?page_id=73
Nah, sebelum daftar coba baca deh peraturan di http://beasiswadataprint.com/?page_id=2
Sedang merindukan masa-masa dimana bahagia itu selalu terukir, menghiasi setiap senyum yang mengembang. Yah, bisa dibilang ini adalah fase tersulit dalam hidup. Entah sudah kesekian kalinya aku keluhkan hal ini, tapi tetap saja keluhan itu tak pernah ada ujungnya. Keluhan tak berujung dari sebuah realita.
Ada kalanya manusia mengalami sebuah titik balik, masa kejenuhan, dan masa perubahan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Melampiaskan menjadi sebuah hal yang positif atau justru terjebak dengan hal yang negatif. Sama halnya dengan sebuah keluhan, berawal dari sebuah realita yang tak 'diharapkan' dan berujung penyesalan yang harus diterima. Penyesalan dan keluhan yang sebenarnya sama sekali tak berarti apa-apa.
Pada dasarnya, kita tau apa yg kita inginkan, apa yang orang lain inginkan dan apa yang pada akhirnya kita pilih. Namun seringkali kita tak menyadari baik atau buruknya sebuah pilihan itu. Dan karena itulah kerapkali keluhan muncul. Harus kuakui bahwa sebenarnya mengeluh salah dan tak ada gunanya. Sama artinya dengan tak mensyukuri setiap nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita. Tapi, itulah manusia selalu mengedepankan ego tanpa memikirkan bagaimana dampaknya suatu saat nanti.
Setidaknya kini aku berhenti mengeluh dan mulai berpikir cerdas bagaimana menciptakan suasana yang mendamaikan dan membahagiakan. Melampiaskan semua masalah menjadi hal-hal positif yang dapat bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Masih ada masa depan yang melambai padaku. SEMANGAT!!
Bangku Bangku yang Mulai Pudar- Sebuah Refleksi Diri
Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in Artikel Inspirasi dan MotivasiKehidupan tanpa pendidikan memang tak akan membenih indah namun jika pendidikan pun sudah diatas tanduk runcing tertiup angin pula, apa yang insan bisa lakukan. Tak banyak khalayak tau strategi kecil yang dimainkan dibalik layar, ada kalanya pula semua itu disembunyikan. Namun apa yang ada dibenak semua umat yang mempunyai mata hati yang mengenang seorang pahlawan dimata mereka adalah sosok yang benar-benar berjasa dan pelipur laranya jikalau pahlawan itu ternyata menggunting dibalik lipatan yang tak seharusnya mereka lakukan. Apalagi pahlawan dengan lebel tanpa tanda jasa, siapa sih yang tak mengerti ungkapan ini. Mungkin semua plosok dan sudut-sudut pun tak asing tentang ini semua.
Udara sudah terbiasa berhembus dari tekanan yang tinggi ke rendah bahkan air laut sudah terbiasa menguap saat matahari benar-benar memberikan panasnya sinar. Semua hal di bumi ini sudah biasa terjadi namun apa yang ada jika yang tak biasa terjadi kini sudah menjadi darah dan mendaging di tubuh para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Tak perlu munafik dan tak perlu bungkam untuk sembunyikan hal yang dianggap tak layak dilakukan. Hukum pun tidak akan ada jika tak terjadi penyimpangan, apakah yang engkau maksud ini, pahlawan tanpa tanda jasa mengatas namakan jasanya diatas segalanya.
Dan saat siang terik sudah diatas kepala ternyata tak jarang engkau rasakan udara yang berhembus atasnya. Disini kami panas, disini kami menggigil kering hampir pecah sudah bibir kami. Bahkan kami tak pernah tau arti sebuah nilai yang selama ini engkau berikan pada kami, bagi kami nilai hanya segelintir buih-buih yang berceceran di benak kami dan akan hilang pada saat yang cepat. Tanpa kita sadari kami tak pernah mengenal nilai, kami sering abaikan akhlak demi nilai yang kami inginkan dari lihaian tanganmu. Mungkin lipatan-lipatan dan lembaran-lembaran kertas nilai berarti bagai kami, sampai kami tak mengenal akhlak. Apakah arti keberadaan kami jika pahlawan panutan kami tak mengenalkan kami akhlak, ingin sekali kami mengenal akhlak dengan niat kami namun, tak sanggup kami menggapainya. Sudah lama kami ingin mengenalnya namun harga nilai-nilai yang selalu engkau hadirkan dibenak kami membuat kami semakin terpaku atas nilai, kami semakin melupakan akhlak dan mengejar nilai yang sebenarnya hal itu hanya kesemuan belaka. Semu yang tak berarti dan akan hangus di sela-sela helak nafas jika kami sudah tak duduk di bangku-bangku itu.