Secuil Doa dan Harap  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

"secuil harap dari jiwa-jiwa yang haus akan KasihNya. oleh: Bima Mahardika dan Farah Adiba N.M."

Bahagianya Ketika Masih Bisa Melihat Mentari. Burung2 Bercengkrama. Daun2 Menari Di Tiup Angin. Tapi Sayang,Tak Seindah Dulu. Saat Pagiku Yang Msh Penuh Sujud.

Redup Temaram Qolbuku, Jauh Dari Sentuhan Hidayahmu, Terseok- Seok Langkahku, Tak Ingin Jauh Darimu

Tuhan, Hamba Ini Rindu Kasihmu.Basuh Perihku Dengan Cahayamu. Sudah Tiba Saat Untuk Mengerti Tuhan.. Aku Rindu, Rindu Akan Cahayamu.

Aksana Hujan Membasahi Bumi, Jumlah Dosaku & Kadar Imanku Tak Mampu Menopang Kembalinya Aku Padamu. Izinkan Sekali Lagi

Tanpa Cahayamu Serasa Hampa Hati Ini.. Setetes Air Wudhu Penuh Kesejukan Seakan Mengisyaratkan Padaku Untuk Tetap Istiqomah, Ikhtiar, Dan Penuh Ikhlas Melewati Ujian Mu.. Aku Ingin Rasa Indah Kan Hadir Untuk Ku.Meluluhkan Mimpi Mimpi. Tak Henti Jiwa Ini Menanti Dirimu.. Tuhan Tolonglah, Buka Hatiku..

KERIKIL KECIL  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

“Tuhan pasti telah memperhitungkan amal dan dosa yang kita perbuat. Kemanakah lagi kita kan sembunyi, hanya kepadaNya kita kembali. Anugrah dan bencana adalah kehendakNya. Kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk kecil agar kita sadar. Adalah Dia di atas segalanya.”



Awan berarak mengelilingi langit. Menghapus senja menyambut bintang. Tetes demi tetes hujan turun di antara kilatan petir dan gemuruh guntur. Terbersit sebuah kenangan dalam balutan luka. Dan seluruh alam-pun sempat bersaksi bagai sebuah memori penting. Antara Kalah dan Menyerah!.



Waktu berlalu tanpa peduli apa yang terjadi. Detik, menit, jam, sehari, sebulan, tahun… dan seakan semuanya sia hanya berbalut luka. Berapapun lamanya Engkau bertahan dalam duka, waktu tak akan pernah memperdulikanmu. Bahkan hanya untuk sedetik saja, sekedar membawamu ke masa itu. Masa dimana hatimu masih terukir bahagia. Dimana pikiranmu tak pernah terjamah sesal, kecewa, dan apapun itu yang mereka katakan tentang ‘kesedihan’.



“Tuhan, apapun jalan yang aku pilih. Sekalipun itu adalah pilihan terburuk. Aku mohon Engkau tetap menunjukkan kebenaran suatu saat nanti”.



Saat ini adalah fase tersulit yang harus dilewati. Fase dimana seluruh kekuatan lahir dan batin harus dikorbankan. Entah berapa lama waktu yang sudah terbuang untuk berusaha kembali menatap masa depan yang dulu begitu gemilang. Menjadi seorang yang membanggakan!. ‘Lama tak terlihat bayangmu dalam hidupku’.



Apapun itu, hendaknya kita tetap berpikir positif dan membuat segalanya menjadi lebih baik. Menjadi pribadi-pribadi yang dirindukan kebaikannya. Menjadi pribadi yang benar-benar diperhitungkan di masa depan. Yang lalu hanyalah sebuah kerikil kecil yang terkadang tak pantas untuk di tangisi. Masih ada masa depan yang lebih baik dengan pribadi-pribadi yang lebih powerful dan mempercayakan tugas besar kepada kita. Dalam hidup, setiap akhir cerita adalah sebuah awal baru menuju kebahagiaan! Bahagia itu pilihan!



“Ikhlas bukan berarti pasif dan pasrah pada segala hal, tapi bentuk ke

tegaran hati yang dibentuk oleh kejujuran pada diri sendiri dan kenyataan”

Antara Kalah dan Menyerah!  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Malem readers...

ukh.... lagi stres berat nih gue. Stres tingkat akhir. Ukh, antara kalah dan menyerah. si Laptop masuk rumah sakit, hardisk masuk ICU, dan flashdisk lagi opname. Ukgh rasanya bertubi-tubi banget cobaan ini dateng. Disaat gue butuh data-data yang gue butuhin. Gue kehilangan semua dat-data gue.

Besok, deadline ngumpulin naskah lomba. Lusa ngumpulin hasil fotografi dan besok ngumpulin artikel majalah. Ukh hancuuur banget rasanya. Pengen kalah, menyerah, atau tetap maju? Gue gak bisa nyerah. ini tanggung jawab gue. tapi gue butuh kekuatan.

"Gue pengen nyerah. rasanya ingin menyerah.tapi mereka melawan dengan semangat.sebenarnya malu jika aku dikalahkan oleh virus.penentuan hanya tinggal 4 hari lagi."

Semua ada HIKMAHNYA. aku yakiin itu... ini pelajaran buat aku!

Cobaan memang tak pernah kita sangka datangnya. Tapi itulah yang kita butuhkan untuk menguatkan hati kita. Cobaan itu yang menegur kita agar lebih siap menghadapi masa depan. Keep spirit. Ayooo semangat lagi!
Antara Kalah dan Menyerah!

Secuil Doa dan Harap  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

"secuil harap dari jiwa-jiwa yang haus akan KasihNya. oleh: Bima Mahardika dan Farah Adiba N.M."

Bahagianya Ketika Masih Bisa Melihat Mentari. Burung2 Bercengkrama. Daun2 Menari Di Tiup Angin. Tapi Sayang,Tak Seindah Dulu. Saat Pagiku Yang Msh Penuh Sujud.

Redup Temaram Qolbuku, Jauh Dari Sentuhan Hidayahmu, Terseok- Seok Langkahku, Tak Ingin Jauh Darimu

Tuhan, Hamba Ini Rindu Kasihmu.Basuh Perihku Dengan Cahayamu. Sudah Tiba Saat Untuk Mengerti Tuhan.. Aku Rindu, Rindu Akan Cahayamu.

Aksana Hujan Membasahi Bumi, Jumlah Dosaku & Kadar Imanku Tak Mampu Menopang Kembalinya Aku Padamu. Izinkan Sekali Lagi

Tanpa Cahayamu Serasa Hampa Hati Ini.. Setetes Air Wudhu Penuh Kesejukan Seakan Mengisyaratkan Padaku Untuk Tetap Istiqomah, Ikhtiar, Dan Penuh Ikhlas Melewati Ujian Mu.. Aku Ingin Rasa Indah Kan Hadir Untuk Ku.Meluluhkan Mimpi Mimpi. Tak Henti Jiwa Ini Menanti Dirimu.. Tuhan Tolonglah, Buka Hatiku..

KERIKIL KECIL  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

“Tuhan pasti telah memperhitungkan amal dan dosa yang kita perbuat. Kemanakah lagi kita kan sembunyi, hanya kepadaNya kita kembali. Anugrah dan bencana adalah kehendakNya. Kita mesti tabah menjalani. Hanya cambuk kecil agar kita sadar. Adalah Dia di atas segalanya.”



Awan berarak mengelilingi langit. Menghapus senja menyambut bintang. Tetes demi tetes hujan turun di antara kilatan petir dan gemuruh guntur. Terbersit sebuah kenangan dalam balutan luka. Dan seluruh alam-pun sempat bersaksi bagai sebuah memori penting. Antara Kalah dan Menyerah!.



Waktu berlalu tanpa peduli apa yang terjadi. Detik, menit, jam, sehari, sebulan, tahun… dan seakan semuanya sia hanya berbalut luka. Berapapun lamanya Engkau bertahan dalam duka, waktu tak akan pernah memperdulikanmu. Bahkan hanya untuk sedetik saja, sekedar membawamu ke masa itu. Masa dimana hatimu masih terukir bahagia. Dimana pikiranmu tak pernah terjamah sesal, kecewa, dan apapun itu yang mereka katakan tentang ‘kesedihan’.



“Tuhan, apapun jalan yang aku pilih. Sekalipun itu adalah pilihan terburuk. Aku mohon Engkau tetap menunjukkan kebenaran suatu saat nanti”.



Saat ini adalah fase tersulit yang harus dilewati. Fase dimana seluruh kekuatan lahir dan batin harus dikorbankan. Entah berapa lama waktu yang sudah terbuang untuk berusaha kembali menatap masa depan yang dulu begitu gemilang. Menjadi seorang yang membanggakan!. ‘Lama tak terlihat bayangmu dalam hidupku’.



Apapun itu, hendaknya kita tetap berpikir positif dan membuat segalanya menjadi lebih baik. Menjadi pribadi-pribadi yang dirindukan kebaikannya. Menjadi pribadi yang benar-benar diperhitungkan di masa depan. Yang lalu hanyalah sebuah kerikil kecil yang terkadang tak pantas untuk di tangisi. Masih ada masa depan yang lebih baik dengan pribadi-pribadi yang lebih powerful dan mempercayakan tugas besar kepada kita. Dalam hidup, setiap akhir cerita adalah sebuah awal baru menuju kebahagiaan! Bahagia itu pilihan!



“Ikhlas bukan berarti pasif dan pasrah pada segala hal, tapi bentuk ke

tegaran hati yang dibentuk oleh kejujuran pada diri sendiri dan kenyataan”

Antara Kalah dan Menyerah!  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Malem readers...

ukh.... lagi stres berat nih gue. Stres tingkat akhir. Ukh, antara kalah dan menyerah. si Laptop masuk rumah sakit, hardisk masuk ICU, dan flashdisk lagi opname. Ukgh rasanya bertubi-tubi banget cobaan ini dateng. Disaat gue butuh data-data yang gue butuhin. Gue kehilangan semua dat-data gue.

Besok, deadline ngumpulin naskah lomba. Lusa ngumpulin hasil fotografi dan besok ngumpulin artikel majalah. Ukh hancuuur banget rasanya. Pengen kalah, menyerah, atau tetap maju? Gue gak bisa nyerah. ini tanggung jawab gue. tapi gue butuh kekuatan.

"Gue pengen nyerah. rasanya ingin menyerah.tapi mereka melawan dengan semangat.sebenarnya malu jika aku dikalahkan oleh virus.penentuan hanya tinggal 4 hari lagi."

Semua ada HIKMAHNYA. aku yakiin itu... ini pelajaran buat aku!

Cobaan memang tak pernah kita sangka datangnya. Tapi itulah yang kita butuhkan untuk menguatkan hati kita. Cobaan itu yang menegur kita agar lebih siap menghadapi masa depan. Keep spirit. Ayooo semangat lagi!
Antara Kalah dan Menyerah!