Ketika Kulihat Ingatan Masa Lalu  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Ada sebuah ingatan tentang masa kecil saya, dimana saya dan keluarga menghabiskan waktu berjam-jam untuk berkeliling kota, menikmati setiap sudut kota, bercengkrama, dan bersenang-senang dengan setiap makanan yang kami nikmati. Jagung bakar, tahu petis khas Kediri, nasi goreng, soto ayam, dan apapun itu. Waktu itu semakin berarti ketika kini jarang sekali kunikmati lagi masa itu. Masa lalu itu its was fun. Rasa bangga dan rindu membuncah ketika teringat lagi masa kecil itu.

the past is a very beautiful memories when we are through with happiness. Very simple when happy it gives hope.

Mereka Membunuh Bahsaku  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in


Hai Sobat ASPEK…!!! Sekarang ini zaman udah maju. Kebanyakan dari kalian udah punya HP kan ?? Alat komunikasi tersebut digunakan untuk berkomunikasi lewat telepon dan SMS (Short Message Service). Buat pelajar yang seumuran kita, kebanyakan lebih suka SMS-an daripada nelpon. Ya kaaan….?? Secara lebih murah dan kita juga bisa mengekspresikan diri lewat kata-kata. Seringkali dalam mengirim SMS kita menyingkat kata-kata agar lebih cepat dan hemat pulsa. Tapi sebenarnya hal itu tidak dianjurkan karena ada beberapa masalah yang ditimbulkan karena hal tersebut. Semua ini akan kita bahas di halaman ini.

Fenomena penyingkatan kata dalam SMS terjadi karena kebanyakan masyarakat berprinsip “Asalkan sampai ke penerima” dan ada kesan bahwa semakin pintar kita menyingkat pesan SMS, maka kita semakin gaul dan tampil beda. Dan terkadang kita merasa penggunaan bahasa dan kata yang baik dan benar terasa kurang efisien, serta kurang nyaman untuk percakapan sehari-hari. Padahal sebenarnya EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) justru mengefektifkan percakapan kita.

Akibat-akibat lain yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut antara lain:

a. Menimbulkan AMBIGUITAS (bermakna ganda). Contohnya nih, ketika kamu ngetik huruf “lg” dapat bermakna “lagu” dan “lagi”. Sebenernya kan tidak semua orang mengetahui penyingkatan kata yang sering kita lakukan dalam SMS. Contohnya saat kamu mengirim SMS kepada orang yang lebih tua.

b. Orang bisa pelafalan (dalam penyingkatan kata bahasa asing) tapi tidak tahu cara penulisan yang benar. Contohnya ketika kamu ngetik “Just 4 U” sebagian orang mungkin bisa paham maksudnya “Just For You”, tapi tidak tahu cara penulisan kata “Just 4 U” yang benar.

c. Kamus Besar Bahasa Indonesia jadi tidak berguna lagi. Padahal di situlah terdapat kosakata yang resmi.

d. Pembunuhan karakter Bahasa Indonesia. Dikatakan sebagai pembunuhan karakter karena secara tidak sadar kita telah merusak Bahasa Indonesia yang telah dibangun kaedahnya dari jaman dahulu.

e.Hilangnya kaedah Bahasa Indonesia.

Untuk meminimalkan agar perusakan bahasa tidak terus terjadi, ada beberapa cara antara lain:

a.Gunakan singkatan yang lazim saat mengirim SMS atau pesan singkat lainnya. Contohnya kata “yang” dapat disingkat menjadi “yg”.

b.Jika kata-kata yang akan dikirim tidak dapat disingkat dengan jelas, tulislah dengan apa adanya. Dengan demikian kita telah menyelamatkan Bahasa Indonesia dari kerusakan.

Pembunuhan bahasa sebenarnya dilakukan tanpa sadar oleh diri kita sendiri. Sebagai bangsa Indonesia kita harus bangga dengan bahasa kita, yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa yang baik dan benar sebenarnya tidak harus baku, tapi harus sesuai dengan situasi dan kondisi di mana kita berada. Sebagai pelajar, kita harus memegang kaedah berbahasa yang benar. Kalau kita ingin Bahasa Indonesia tetap eksis, kita harus sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari secara tulis maupun lisan, dan juga memperdengarkannya pada semua orang. Sebenarnya, orang yang bisa berbahasa adalah orang yang tahu aturan. So..kalian nggak mau kan dijuluki orang nggak punya aturan kan…??

-artikel ini pernah di muat di majalah sekolah ASPEK SMAN 3 KEDIRI-





Sebuah Cerita Tanpa Koma!  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

This is my choise, and maybe I think this is my dream. My dream for good future. Althought I don’t know about future, about my way, about everything in future. But at least I do the right things now.

Sebuah Cerita Tanpa Koma!




Waktu berlalu tanpa peduli apa yang terjadi, tanpa peduli siapa pelakunya dan apa yang dilakukannya. Waktu memandang semuanya sama. Jika tidak bisa menjadi yang terbaik hari ini, jangan harap akan menghasilkan yang terbaik hari esok. 24 jam seakan berlalu tanpa terasa bagi kami. Setiap detik waktu yang berjalan menjadi sebuah cerita tanpa koma. Puluhan ide dan cerita memberontak memenuhi otak menuntut untuk segera dituangkan dalam berita.

Tak ada batasan waktu bagi kami, tak ada koma dalam dunia kami. Dunia kami menuntut untuk selalu menghasilkan yang terbaik dan berkualitas. Meskipun sejenak melupakan masa indah hidup kami, semua itu demi mimpi kami untuk selalu menjadi yang terbaik. Kami bercerita tanpa koma, berlari mengejar realitas. Waktu dan pena setia menemani hidup kami. Karena dengan itu kami kuat.

Jika orang lain mati meninggalkan bangkai, kami tak akan mati. Kami menulis lembar demi lembar yang menjadi saksi dan kekuatan untuk tetap dikenang hingga kini. Menjadi saksi hidup kami dan mereka. Semuanya terekam indah dalam goresan pena. Kata-kata yang menjadi ekspresi indrawi, penekanan yang mewakili emosi, dan semua cerita yang menggambarkan kebahagiaan. Dengan harapan kami akan selalu bermanfaat bagi sesama dan tetap memberikan kontribusi positif bagi perkembangan media massa.

Ketika Kulihat Ingatan Masa Lalu  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

Ada sebuah ingatan tentang masa kecil saya, dimana saya dan keluarga menghabiskan waktu berjam-jam untuk berkeliling kota, menikmati setiap sudut kota, bercengkrama, dan bersenang-senang dengan setiap makanan yang kami nikmati. Jagung bakar, tahu petis khas Kediri, nasi goreng, soto ayam, dan apapun itu. Waktu itu semakin berarti ketika kini jarang sekali kunikmati lagi masa itu. Masa lalu itu its was fun. Rasa bangga dan rindu membuncah ketika teringat lagi masa kecil itu.

the past is a very beautiful memories when we are through with happiness. Very simple when happy it gives hope.

Mereka Membunuh Bahsaku  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in


Hai Sobat ASPEK…!!! Sekarang ini zaman udah maju. Kebanyakan dari kalian udah punya HP kan ?? Alat komunikasi tersebut digunakan untuk berkomunikasi lewat telepon dan SMS (Short Message Service). Buat pelajar yang seumuran kita, kebanyakan lebih suka SMS-an daripada nelpon. Ya kaaan….?? Secara lebih murah dan kita juga bisa mengekspresikan diri lewat kata-kata. Seringkali dalam mengirim SMS kita menyingkat kata-kata agar lebih cepat dan hemat pulsa. Tapi sebenarnya hal itu tidak dianjurkan karena ada beberapa masalah yang ditimbulkan karena hal tersebut. Semua ini akan kita bahas di halaman ini.

Fenomena penyingkatan kata dalam SMS terjadi karena kebanyakan masyarakat berprinsip “Asalkan sampai ke penerima” dan ada kesan bahwa semakin pintar kita menyingkat pesan SMS, maka kita semakin gaul dan tampil beda. Dan terkadang kita merasa penggunaan bahasa dan kata yang baik dan benar terasa kurang efisien, serta kurang nyaman untuk percakapan sehari-hari. Padahal sebenarnya EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) justru mengefektifkan percakapan kita.

Akibat-akibat lain yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut antara lain:

a. Menimbulkan AMBIGUITAS (bermakna ganda). Contohnya nih, ketika kamu ngetik huruf “lg” dapat bermakna “lagu” dan “lagi”. Sebenernya kan tidak semua orang mengetahui penyingkatan kata yang sering kita lakukan dalam SMS. Contohnya saat kamu mengirim SMS kepada orang yang lebih tua.

b. Orang bisa pelafalan (dalam penyingkatan kata bahasa asing) tapi tidak tahu cara penulisan yang benar. Contohnya ketika kamu ngetik “Just 4 U” sebagian orang mungkin bisa paham maksudnya “Just For You”, tapi tidak tahu cara penulisan kata “Just 4 U” yang benar.

c. Kamus Besar Bahasa Indonesia jadi tidak berguna lagi. Padahal di situlah terdapat kosakata yang resmi.

d. Pembunuhan karakter Bahasa Indonesia. Dikatakan sebagai pembunuhan karakter karena secara tidak sadar kita telah merusak Bahasa Indonesia yang telah dibangun kaedahnya dari jaman dahulu.

e.Hilangnya kaedah Bahasa Indonesia.

Untuk meminimalkan agar perusakan bahasa tidak terus terjadi, ada beberapa cara antara lain:

a.Gunakan singkatan yang lazim saat mengirim SMS atau pesan singkat lainnya. Contohnya kata “yang” dapat disingkat menjadi “yg”.

b.Jika kata-kata yang akan dikirim tidak dapat disingkat dengan jelas, tulislah dengan apa adanya. Dengan demikian kita telah menyelamatkan Bahasa Indonesia dari kerusakan.

Pembunuhan bahasa sebenarnya dilakukan tanpa sadar oleh diri kita sendiri. Sebagai bangsa Indonesia kita harus bangga dengan bahasa kita, yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa yang baik dan benar sebenarnya tidak harus baku, tapi harus sesuai dengan situasi dan kondisi di mana kita berada. Sebagai pelajar, kita harus memegang kaedah berbahasa yang benar. Kalau kita ingin Bahasa Indonesia tetap eksis, kita harus sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari secara tulis maupun lisan, dan juga memperdengarkannya pada semua orang. Sebenarnya, orang yang bisa berbahasa adalah orang yang tahu aturan. So..kalian nggak mau kan dijuluki orang nggak punya aturan kan…??

-artikel ini pernah di muat di majalah sekolah ASPEK SMAN 3 KEDIRI-





Sebuah Cerita Tanpa Koma!  

Posted by: Farah Adiba Nailul Muna in

This is my choise, and maybe I think this is my dream. My dream for good future. Althought I don’t know about future, about my way, about everything in future. But at least I do the right things now.

Sebuah Cerita Tanpa Koma!




Waktu berlalu tanpa peduli apa yang terjadi, tanpa peduli siapa pelakunya dan apa yang dilakukannya. Waktu memandang semuanya sama. Jika tidak bisa menjadi yang terbaik hari ini, jangan harap akan menghasilkan yang terbaik hari esok. 24 jam seakan berlalu tanpa terasa bagi kami. Setiap detik waktu yang berjalan menjadi sebuah cerita tanpa koma. Puluhan ide dan cerita memberontak memenuhi otak menuntut untuk segera dituangkan dalam berita.

Tak ada batasan waktu bagi kami, tak ada koma dalam dunia kami. Dunia kami menuntut untuk selalu menghasilkan yang terbaik dan berkualitas. Meskipun sejenak melupakan masa indah hidup kami, semua itu demi mimpi kami untuk selalu menjadi yang terbaik. Kami bercerita tanpa koma, berlari mengejar realitas. Waktu dan pena setia menemani hidup kami. Karena dengan itu kami kuat.

Jika orang lain mati meninggalkan bangkai, kami tak akan mati. Kami menulis lembar demi lembar yang menjadi saksi dan kekuatan untuk tetap dikenang hingga kini. Menjadi saksi hidup kami dan mereka. Semuanya terekam indah dalam goresan pena. Kata-kata yang menjadi ekspresi indrawi, penekanan yang mewakili emosi, dan semua cerita yang menggambarkan kebahagiaan. Dengan harapan kami akan selalu bermanfaat bagi sesama dan tetap memberikan kontribusi positif bagi perkembangan media massa.